Sleman, Mata4.com — Dalam rangka kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, mengunjungi Sekolah Rumah Masa Depan Anak (SRMA) 20 Sleman pada Jumat (5/9). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial dalam memastikan pemerataan bantuan pendidikan dan memperkuat dukungan terhadap sekolah inklusif yang menangani anak-anak dari kelompok rentan.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Sosial tidak hanya berdialog dengan pihak sekolah dan siswa, tetapi juga mengikuti acara buka puasa bersama yang diadakan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat penerima manfaat.
“Pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan. Negara hadir bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga dalam memberikan perhatian langsung dan dorongan moral kepada anak-anak kita,” ujar Tri Rismaharini dalam sambutannya.
SRMA 20 Sleman: Sekolah Inklusif untuk Anak-anak dari Kelompok Rentan
SRMA 20 Sleman merupakan lembaga pendidikan non-formal yang melayani anak-anak dari latar belakang sosial yang beragam, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, penyandang disabilitas, hingga korban kekerasan dalam rumah tangga. Sekolah ini mengusung konsep pendidikan berbasis kasih sayang dan pemulihan sosial, dengan pendekatan individual terhadap setiap peserta didik.
Sekolah ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga rumah aman bagi banyak anak yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.
Kepala SRMA 20 Sleman, Siti Maryati, menyambut hangat kunjungan Menteri Sosial dan menyampaikan pentingnya perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah alternatif seperti SRMA.
“Anak-anak di sini bukan hanya membutuhkan pendidikan akademik, tetapi juga dukungan psikologis dan sosial. Kehadiran Ibu Menteri memberi semangat besar bagi kami untuk terus melayani anak-anak ini dengan sepenuh hati,” ujar Siti.
Suasana Buka Puasa yang Penuh Kehangatan
Acara buka puasa bersama diadakan di aula terbuka sekolah dengan nuansa sederhana namun penuh kekeluargaan. Para siswa, sebagian besar mengenakan pakaian muslim, tampak antusias menyambut kehadiran Risma. Beberapa siswa menampilkan pentas seni dan pembacaan puisi sebagai bentuk apresiasi kepada tamu kehormatan mereka.
Nurul Aisyah (12 tahun), salah satu siswa, mengaku senang bisa berbincang langsung dengan Menteri Sosial.
“Tadi saya cerita ke Bu Risma tentang cita-cita saya jadi guru. Beliau bilang saya harus semangat belajar dan bantu teman-teman juga,” kata Nurul, yang duduk di kelas 6.
Momen buka puasa ditandai dengan kebersamaan antara siswa, guru, orang tua, dan pejabat kementerian. Usai berbuka, Risma secara simbolis menyerahkan bantuan sosial kepada perwakilan siswa dan keluarga.
Penyaluran Bantuan Sosial Pendidikan
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Sosial RI menyerahkan berbagai bentuk bantuan pendidikan dalam kegiatan tersebut. Bantuan yang diberikan mencakup:
- Perlengkapan sekolah: tas, alat tulis, dan seragam untuk siswa
- Bantuan alat bantu belajar: termasuk untuk anak dengan kebutuhan khusus
- Paket sembako: bagi keluarga siswa yang tergolong tidak mampu
- Bantuan tunai pendidikan: untuk menunjang biaya belajar mandiri di rumah
Menurut data dari Kementerian Sosial, SRMA 20 Sleman merupakan salah satu dari 35 lembaga pendidikan alternatif yang menjadi mitra dalam program Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD), khususnya di bidang pendidikan anak-anak rentan.
Dialog dan Serap Aspirasi
Selain penyerahan bantuan, Menteri Sosial juga melakukan dialog langsung dengan tenaga pendidik dan orang tua siswa. Dalam dialog tersebut, sejumlah isu mengemuka, mulai dari kebutuhan pelatihan untuk guru inklusi, kekurangan sarana belajar, hingga pentingnya pendampingan psikososial bagi anak-anak korban kekerasan.
Risma menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan sekolah dan lembaga masyarakat yang aktif dalam pemenuhan hak-hak dasar anak.
“Kami butuh masukan dari lapangan. Sekolah seperti SRMA adalah mitra strategis kami dalam menjangkau anak-anak yang selama ini tidak tersentuh sistem formal. Kita harus jaga ini bersama-sama,” jelas Risma.
Harapan dan Komitmen ke Depan
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Drs. Budi Santosa, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa kunjungan Wamensos menjadi momentum penting untuk memperkuat dukungan daerah terhadap pendidikan inklusif.
“Kami akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar sekolah-sekolah seperti SRMA bisa berkembang lebih baik. Karena mereka menjangkau wilayah yang sering luput dari perhatian,” kata Budi.
Sementara itu, orang tua siswa berharap agar bantuan dari pemerintah tidak berhenti di satu waktu, tetapi bisa diberikan secara berkelanjutan, termasuk dalam bentuk program pelatihan keterampilan untuk anak-anak remaja yang tidak bisa melanjutkan ke pendidikan formal.
Penutup: Negara Hadir untuk Semua Anak
Kunjungan Menteri Sosial ke SRMA 20 Sleman menjadi simbol kehadiran negara dalam menjangkau mereka yang selama ini berada di pinggiran. Melalui bantuan pendidikan, buka puasa bersama, dan dialog terbuka, pemerintah menunjukkan komitmen bahwa tidak ada anak yang tertinggal dari haknya untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan.
Catatan Redaksi
Laporan ini disusun berdasarkan kegiatan resmi kunjungan kerja Menteri Sosial RI di Sleman, dengan konfirmasi narasumber dari Kementerian Sosial, pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Penulisan mengikuti prinsip Kode Etik Jurnalistik, mencakup unsur keberimbangan, akurasi, dan verifikasi informasi.

