Tarakan, Mata4.com – Perjalanan Majenah, pendiri Lubung Batik 2M, menjadi bukti bahwa kecintaan pada warisan budaya dapat mengubah jalan hidup. Usaha batik yang dirintis sejak 2022 kini berhasil tampil di panggung nasional, berkat keberanian Majenah dan dukungan pemerintah daerah.
Majenah mulai menekuni batik sejak mengikuti pelatihan kader batik yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tarakan pada 2011. Dari pelatihan tersebut, ia menaruh minat untuk mengembangkan keterampilan membatik hingga akhirnya mendirikan usaha sendiri lebih dari satu dekade kemudian.
Motif yang diangkat Lubung Batik 2M terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya lokal Tarakan, antara lain motif pakis, ukiran parang, serta tumbuhan bakau atau mangrove. Paduan elemen tersebut melahirkan motif khas bernama Imbaul, yang menjadi identitas batik karya Majenah.

Pada 2025, Lubung Batik 2M mendapat kesempatan untuk tampil di ajang Parade Wastra Nusantara di Jakarta. Dalam acara tersebut, kain batik produksi Majenah diolah menjadi busana oleh perancang mode dan diperagakan di panggung nasional. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan tersendiri bagi dirinya.
Keberhasilan Lubung Batik 2M tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Tarakan yang sejak awal memberikan pelatihan, pendampingan, serta fasilitas pemasaran. Majenah berharap dukungan serupa juga dapat dirasakan oleh pengrajin kecil lainnya, sehingga semakin banyak produk lokal yang bisa bersaing di tingkat nasional.
Meski masih terbilang baru, Majenah menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas karya dan memperluas jangkauan pasar. Ia optimistis batik khas Tarakan dapat semakin dikenal masyarakat luas sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah.
