Jakarta, Mata4.com – Indonesia memiliki dua per tiga wilayah berupa pantai dan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Potensi ini seharusnya menjadi modal kuat untuk swasembada garam, namun kenyataannya negara masih mengimpor.
Berdasarkan data BPS, total impor garam Indonesia pada 2023 mencapai 2,8 juta ton senilai Rp1,35 triliun. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya program swasembada garam sebagai bagian dari swasembada pangan nasional.
“Arahan Presiden supaya kita swasembada garam, itu bagian yang tak terpisahkan dari swasembada pangan. Jadi swasembada pangan, air, dan energi, salah satunya adalah swasembada garam. Karena itu, kita wajib menjalankannya,” ujar Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, Selasa (7/10/2025).

Kerja sama digagas antara K-Utec Salt Technology Germany, PT Garam, dan pemerintah daerah untuk pengembangan lahan garam serta industri turunannya agar bernilai ekonomi tinggi. Beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Timur Tengah Utara, serta Kabupaten Gresik di Jawa Timur, menjadi fokus program ini.
Baca Juga:
doa mustajab untuk timnas indonesia
“Daerah Indonesia Timur, khususnya NTT, adalah pusat pengembangan industri garam yang paling tepat. Kami akan mengawal agar rencana ini bisa terlaksana,” tambah Rachmat.
Program ini juga mendapat apresiasi dari Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, PT Garam, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, yang disebut sebagai triumvirat untuk mencetak sejarah baru dalam upaya swasembada garam nasional.
