Profil Mata4.com — Perjalanan hidup R. Deni Muhammad Ali mencerminkan transformasi dari seorang pekerja industri menjadi figur penggerak sosial di tengah masyarakat. Saat ini, ia dikenal sebagai Ketua LSM Gibas Resort Bekasi Kota, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat menengah ke bawah.
Deni mengawali kariernya sebagai karyawan di pabrik Panasonic Gobel pada tahun 1994. Selama lebih dari satu dekade, tepatnya hingga 2006, ia menjalani rutinitas kerja di sektor manufaktur dengan sistem yang telah tertata dan memiliki manajemen baku. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk kedisiplinan dan pemahamannya terhadap dunia kerja formal.
Tahun 2006 menjadi titik balik dalam hidupnya. Setelah keluar dari pekerjaan tetap, Deni memutuskan untuk memulai usaha secara mandiri. Ia merintis berbagai bidang usaha, mulai dari penyediaan bahan baku furniture, jasa kontraktor, hingga pengelolaan parkir gate. Ide untuk berwirausaha muncul dari keinginannya untuk mandiri serta melihat peluang di lingkungan sekitar. Hingga kini, usaha yang dirintisnya masih berjalan dan berkembang.
Selain berwirausaha, Deni mulai aktif di organisasi kemasyarakatan. Ia bergabung dengan Gibas pada tahun 2015. Keputusan tersebut didorong oleh keinginannya memperluas jaringan sosial dan mempererat hubungan persaudaraan. Dalam perjalanannya, ia kemudian dipercaya memimpin sebagai Ketua Gibas Resort Bekasi Kota.
Dalam perannya, Deni yang juga menjadi beberapa pengurus keorganisasian meliputi, KONI, pengurus Muaythai, pengurus Wushu, pengurus PDIP dan Ketua Aliansi Ormas dan LSM di Kota Bekasi, dirinya menekankan pentingnya pembinaan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, agar lebih berdaya guna. Ia melihat organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sarana untuk melakukan kegiatan sosial yang berdampak langsung, termasuk kegiatan keagamaan dan penguatan silaturahmi antarwarga.
Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara bekerja di perusahaan dan beraktivitas di organisasi kemasyarakatan. Jika di perusahaan segala sesuatu telah diatur oleh sistem dan manajemen yang jelas, maka di organisasi sosial dibutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kepedulian terhadap sesama.
Deni mengaku, keterlibatannya di organisasi telah memberikan makna tersendiri dalam hidupnya. Berbagai kegiatan sosial yang dijalankan membuatnya lebih aktif berinteraksi dengan masyarakat, memperluas relasi, serta memperkuat nilai kebersamaan.
Ke depan, ia menargetkan untuk terus meningkatkan peran dan kontribusinya, baik bagi keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan beragama. Baginya, menjadi pribadi yang bermanfaat adalah tujuan utama yang ingin terus diwujudkan dalam setiap langkah kehidupan.
Penulis : Nugie
