BANDA ACEH, Mata4.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menetapkan dua orang mahasiswa sebagai tersangka dalam kasus perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) yang terjadi pascabentrokan antar mahasiswa.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan kedua tersangka masing-masing berinisial WS (22) dan MAM (20). Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan berbagai alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi terkait insiden tersebut.
“WS diduga berperan sebagai koordinator lapangan, sementara MAM diduga terlibat langsung dalam aksi penyerangan dan perusakan fasilitas kampus,” ujar Dizha di Banda Aceh, Sabtu.
Menurutnya, proses penyidikan dilakukan melalui pemeriksaan terhadap 18 saksi, pengumpulan barang bukti dari lokasi kejadian, serta gelar perkara yang turut melibatkan unsur perguruan tinggi.
Polisi juga berencana memanggil dan memeriksa 18 saksi tambahan guna memperkuat proses hukum yang sedang berjalan. Jika seluruh saksi hadir memberikan keterangan, maka total saksi yang diperiksa mencapai 36 orang, termasuk kedua tersangka.
Dalam penyelidikan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga unit sepeda motor yang mengalami kerusakan berat, pagar besi nirkarat yang terbakar, dua pecahan botol yang diduga digunakan sebagai bom molotov, satu bom molotov yang masih utuh, pakaian yang diduga dikenakan saat kejadian, serta satu unit DVR kamera pengawas milik Fakultas Pertanian.
Dizha menjelaskan, konflik bermula dari ketegangan antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik terkait aksi demonstrasi penolakan Peraturan Gubernur mengenai Jaminan Kesehatan Aceh yang berlangsung pada 18 Mei lalu.
Sebelum aksi unjuk rasa berlangsung, mahasiswa Fakultas Pertanian disebut melintas di depan Fakultas Teknik sambil menggeber kendaraan bermotor. Setelah demonstrasi berakhir, terjadi insiden di Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK yang menyebabkan seorang mahasiswa Fakultas Teknik mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Pihak kampus sempat memfasilitasi pertemuan guna meredam ketegangan dan mencapai kesepakatan penyelesaian. Namun situasi kembali memanas pada Kamis (21/5) dini hari ketika sekelompok mahasiswa Fakultas Pertanian diduga melakukan penyerangan ke area Fakultas Teknik.
Insiden tersebut mengakibatkan dua mahasiswa mengalami luka ringan serta menyebabkan sejumlah kaca bangunan Fakultas Teknik mengalami kerusakan.
Tidak lama setelah kejadian, mahasiswa Fakultas Teknik melakukan aksi balasan dengan mengumpulkan massa dan bergerak menuju Fakultas Pertanian. Aksi tersebut disertai pelemparan batu dan penggunaan bom molotov yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas gedung hingga laboratorium Fakultas Pertanian.
Polisi menegaskan bahwa konflik tersebut murni melibatkan mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Hingga saat ini, tidak ditemukan keterlibatan mahasiswa dari perguruan tinggi lain dalam peristiwa tersebut.
Penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam rangkaian bentrokan yang berujung pada perusakan dan pembakaran fasilitas kampus tersebut.
