Batam, Mata4com — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyatakan dukungannya terhadap pengembangan proyek konversi energi angin menjadi listrik di Kota Batam, Kepulauan Riau. Proyek tersebut disebut sebagai salah satu langkah awal pengembangan energi angin skala besar pertama di Indonesia.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasinya atas hadirnya proyek energi berkelanjutan tersebut yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional.
“Kami berharap proyek ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Batam dan Kepulauan Riau, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi nasional,” ujar Rachmat dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kamis.
Kehadiran Menteri Rachmat dilakukan dalam rangka inaugurasi Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara milik PT McDermott Indonesia bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.
Kedua fasilitas tersebut dibangun untuk mendukung proyek Tennet 2GW High Voltage Direct Current (HVDC), yang menjadi bagian dari pengembangan industri energi terbarukan dan berkelanjutan di Indonesia.
Rachmat menilai proyek tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan industri energi masa depan yang berdaya saing global.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan pengembangan proyek ini semakin mempertegas posisi Batam sebagai salah satu pusat industri fabrikasi dan energi nasional.
Menurut Ansar, keberadaan proyek tersebut juga membuka peluang besar bagi Batam untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri energi berkelanjutan dunia.
Ia menjelaskan, PT McDermott Indonesia telah berkembang pesat sejak mulai beroperasi pada dekade 1970-an. Dari lahan awal seluas sekitar 8 hektare, perusahaan kini tumbuh menjadi kawasan industri fabrikasi lepas pantai seluas lebih dari 110 hektare.
“Selama lebih dari lima dekade, McDermott menjadi salah satu tulang punggung industri manufaktur maritim di Asia Tenggara,” kata Ansar.
Ansar juga mengapresiasi peresmian Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara yang memiliki nilai investasi mencapai 240 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun.
Gedung Cakrawala difungsikan sebagai fasilitas perakitan blok dengan sistem pengendali iklim, sedangkan Gedung Nusantara digunakan untuk fasilitas blasting dan painting guna mendukung proses industri energi modern.
Selain menghadirkan investasi besar, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. Proses konstruksi disebut mampu menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja lokal dan melibatkan sepenuhnya insinyur muda Indonesia dalam perencanaan struktur proyek.
Ansar menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan I tahun 2026 tercatat mencapai 7,04 persen secara tahunan. Capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sumatera dan berada di posisi lima besar secara nasional.
Selain itu, realisasi investasi Kepulauan Riau sepanjang 2025 juga mencapai Rp64,67 triliun yang dinilai turut didorong oleh perkembangan sektor industri dan energi berkelanjutan.
Peresmian proyek ditandai dengan seremoni pemotongan pita bersama antara Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta jajaran manajemen PT McDermott Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.
