Solo, Mata4.com — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Solo terus menjadi penggerak roda ekonomi lokal. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan zaman, sejumlah pelaku UMKM di Solo menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berinovasi. Salah satu bentuk kreativitas yang kini menjadi sorotan adalah keberhasilan mereka dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai tinggi.
Langkah ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menjadi solusi kreatif terhadap permasalahan lingkungan yang terus meningkat. Dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas seperti limbah plastik, kain perca, limbah kayu, dan kertas, para pelaku UMKM mampu menciptakan produk ramah lingkungan yang digemari pasar.
Dari Sampah Menjadi Usaha Berkelanjutan
Salah satu pelaku UMKM kreatif di wilayah Laweyan, Rini Pratiwi (35), menuturkan awal mula usahanya terbentuk. “Dulu saya hanya memanfaatkan limbah plastik dan kain bekas dari tetangga sekitar. Iseng saya sulap jadi dompet dan tas belanja. Ternyata banyak yang suka dan mau beli,” katanya saat ditemui dalam gelaran pameran UMKM Kota Solo, akhir pekan lalu.
Kini, Rini telah mempekerjakan lima ibu rumah tangga di sekitarnya untuk membantu proses produksi. Produknya pun tak hanya dijual di Solo, tapi sudah merambah ke luar daerah, bahkan dipasarkan melalui e-commerce nasional.
Dukungan BRI dan Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Kesuksesan UMKM pengolah limbah di Solo ini tidak lepas dari dukungan pihak perbankan, salah satunya dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang gencar menjalankan program pembinaan dan pendampingan UMKM di berbagai daerah.
Melalui program BRI UMKM Kreatif, para pelaku usaha diberikan akses ke pelatihan bisnis, permodalan, hingga pemasaran digital. Kepala Cabang BRI Solo, Andi Prasetyo, menjelaskan bahwa UMKM yang memanfaatkan potensi lokal dan ramah lingkungan sangat layak untuk diberdayakan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Ketika mereka bisa mengolah limbah jadi produk komersial, ini bukan hanya bisnis—tapi juga bentuk kontribusi pada lingkungan. Kami bantu dari segi modal usaha, pelatihan manajemen, hingga akses pasar,” jelas Andi.
BRI juga menyediakan skema pembiayaan ringan dan menyesuaikan dengan skala usaha, agar pelaku UMKM dapat berkembang tanpa terbebani cicilan berat.
Dampak Sosial dan Lingkungan yang Nyata
Praktik pengolahan limbah menjadi barang kreatif membawa dampak nyata. Secara sosial, kegiatan ini mampu memberdayakan masyarakat—khususnya perempuan dan kelompok rentan—untuk memiliki penghasilan tambahan. Banyak UMKM yang mempekerjakan warga sekitar sebagai mitra kerja, seperti pemilah limbah, penjahit, dan pengemas produk.
Dari sisi lingkungan, pengolahan limbah secara mandiri di tingkat komunitas terbukti membantu mengurangi jumlah sampah rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini sangat penting, mengingat volume sampah perkotaan terus meningkat setiap tahun.
Mendorong Ekonomi Hijau dari Akar Rumput
Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta mengapresiasi peran UMKM Solo dalam mendukung ekonomi berkelanjutan. Kepala dinas, Drs. Suwarno, menyebut bahwa sinergi antara UMKM, pemerintah, dan perbankan seperti BRI menciptakan efek domino positif.
“UMKM tidak hanya fokus pada profit, tapi juga dampak sosial dan lingkungan. Ini sejalan dengan visi kami untuk membangun ekonomi hijau dari bawah. Kami juga terus dorong pengembangan teknologi tepat guna agar produksi lebih efisien,” ujarnya.
Pemerintah kota berencana menambah pelatihan keterampilan berbasis bahan daur ulang dan membuka akses pemasaran melalui etalase digital UMKM lokal.
Harapan: UMKM Lokal Jadi Inspirasi Nasional
Kisah sukses UMKM Solo dalam mengolah limbah menjadi peluang bisnis kreatif menunjukkan bahwa inovasi bisa datang dari mana saja. Dengan dukungan yang tepat dan semangat yang kuat, pelaku usaha lokal mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Diharapkan, program serupa dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia, sehingga semangat kewirausahaan berbasis lingkungan bisa menjadi gerakan nasional.

