Jakarta, Mata4.com — Menteri Sosial (Mensos) kembali menegaskan pentingnya membuka peluang karier yang luas bagi siswa lulusan Sekolah Rakyat. Dalam berbagai kesempatan, Mensos menyampaikan bahwa selain pendidikan formal, dukungan yang menyeluruh dan akses yang mudah ke pelatihan serta dunia kerja sangat penting agar para lulusan dapat berkembang dan bersaing secara kompetitif di pasar tenaga kerja.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan bentuk pendidikan alternatif yang dihadirkan untuk memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, yang mungkin tidak dapat mengakses pendidikan formal secara optimal. Dengan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, Sekolah Rakyat berperan sebagai wadah penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang selama ini terpinggirkan.
Pendidikan Alternatif dan Peranannya dalam Pembangunan SDM
Mensos menjelaskan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang unggul dan mandiri. Namun, tidak semua anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan formal dengan mudah karena berbagai hambatan sosial dan ekonomi. Di sinilah peran Sekolah Rakyat sangat krusial.
“Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi yang memberikan kesempatan belajar yang layak bagi anak-anak yang mungkin tidak bisa mengakses pendidikan formal. Namun, pendidikan ini harus didukung dengan program-program yang memadai agar hasilnya maksimal,” ujar Mensos dalam wawancara eksklusif.
Mensos menambahkan bahwa lulusan Sekolah Rakyat memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa apabila mereka mendapatkan pembinaan dan akses yang memadai setelah lulus.
Inisiatif Program Pelatihan Keterampilan dan Kewirausahaan
Menyikapi kebutuhan para lulusan Sekolah Rakyat yang harus siap memasuki dunia kerja, Kementerian Sosial telah menginisiasi sejumlah program pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini. Program ini meliputi pelatihan teknis, pengembangan kewirausahaan, hingga pelatihan soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
Mensos menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun mental dan karakter yang tangguh agar para lulusan dapat beradaptasi dengan berbagai situasi di lingkungan kerja.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan Sekolah Rakyat bukan hanya siap bekerja, tapi juga mampu bersaing dan berinovasi di berbagai bidang,” tuturnya.
Kerja Sama Multi Pihak untuk Meningkatkan Peluang Kerja
Mensos juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, serta masyarakat luas. Sinergi antar berbagai pihak ini diperlukan untuk menciptakan peluang kerja yang beragam dan akses pelatihan yang merata.
Ia mengajak para pelaku usaha untuk membuka peluang kerja dan magang bagi para lulusan Sekolah Rakyat serta ikut serta dalam program pelatihan sebagai mitra strategis.
“Kita perlu membangun ekosistem yang mendukung, di mana lulusan Sekolah Rakyat bisa mendapatkan pengalaman kerja yang nyata dan jaringan yang luas,” katanya.
Peluang Karier yang Luas dan Beragam
Menurut Mensos, lulusan Sekolah Rakyat memiliki berbagai pilihan jalur karier. Selain memasuki dunia kerja sebagai tenaga kerja di sektor formal maupun informal, mereka juga dapat mengembangkan usaha mandiri ataupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Untuk itu, akses informasi dan pendampingan karier yang tepat sangat diperlukan agar para lulusan dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.
Mensos menyebut bahwa peran lembaga pendidikan dan konselor karier sangat penting dalam memberikan bimbingan dan memfasilitasi transisi para siswa menuju dunia kerja.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Meskipun berbagai program sudah dijalankan, Mensos mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah pemerataan akses pendidikan dan pelatihan yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan juga menjadi fokus utama agar lulusan benar-benar siap menghadapi kompetisi global.
Namun, Mensos optimis dengan komitmen pemerintah dan dukungan seluruh stakeholder, hambatan tersebut dapat diatasi.
“Kami berharap, dengan kerja keras dan sinergi yang baik, semua anak Indonesia, terutama mereka yang belajar di Sekolah Rakyat, dapat memperoleh kesempatan yang setara dan meraih masa depan yang cerah,” tutup Mensos.

