Jakarta, Mata4.com — Musisi dan aktor senior Indonesia, Nugie, kembali menunjukkan sisi kreatifnya yang unik di dunia hiburan Tanah Air. Kali ini, bukan melalui musik atau akting, melainkan lewat penciptaan mantra mistik untuk sebuah film horor terbaru berjudul Sosok Ketiga: Lintrik.
Film besutan rumah produksi [Nama Rumah Produksi] ini dijadwalkan tayang di bioskop pada akhir tahun 2025. Dalam keterangannya kepada media saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/10), Nugie mengaku tertantang sekaligus tertarik untuk terlibat karena permintaan yang tidak biasa tersebut.
“Saya diminta membuat mantra. Bukan sekadar nyanyian atau lagu latar, tapi benar-benar mantra yang menjadi bagian penting dalam cerita film. Ini pertama kali bagi saya,” ujar Nugie kepada awak media.
Riset Budaya dan Konsultasi Spiritual
Untuk mendalami proyek ini, Nugie tidak hanya mengandalkan kreativitas semata. Ia melakukan riset terhadap budaya lokal yang berkaitan dengan unsur mistik, serta berkonsultasi dengan budayawan dan tokoh spiritual. Tujuannya adalah agar mantra yang diciptakan tidak hanya mendukung narasi film, tetapi juga tetap menghormati nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia.
“Saya tidak ingin menciptakan sesuatu yang asal-asalan atau malah menyinggung. Saya pelajari referensi dari berbagai daerah, dan saya juga berdiskusi dengan orang-orang yang paham betul soal dunia spiritual dan adat,” jelasnya.
Menurut Nugie, penciptaan mantra ini bukan sekadar menghadirkan efek menyeramkan, tetapi juga menjadi simbol dari konflik spiritual yang diangkat dalam cerita film tersebut.
Bagian Penting dalam Alur Cerita
Sutradara film Sosok Ketiga: Lintrik, [Nama Sutradara], menyebut bahwa mantra ciptaan Nugie akan digunakan dalam beberapa adegan penting, termasuk saat klimaks film. Mantra tersebut diyakini menjadi pemicu sekaligus pemecah konflik gaib yang melanda para karakter.
“Kami memang mencari seseorang yang bisa memahami makna di balik kata, bukan cuma menulis lirik. Dan kami percaya Nugie memiliki kedalaman artistik itu,” ujar sang sutradara dalam sesi wawancara terpisah.
Film Sosok Ketiga: Lintrik mengisahkan tentang sebuah keluarga yang diteror oleh kekuatan tak kasatmata akibat perjanjian masa lalu yang belum terselesaikan. Dengan latar suasana pedesaan yang penuh nuansa mistik, film ini mencoba menggabungkan elemen horor dengan kekayaan budaya lokal Indonesia.
Upaya Menghormati Budaya Lokal
Nugie menegaskan bahwa keterlibatannya dalam proyek ini juga sebagai bentuk penghargaan terhadap tradisi spiritual yang dimiliki Indonesia. Ia berharap mantra yang ia buat tidak dipahami sebagai bentuk eksploitasi, melainkan sebagai bentuk representasi dari kearifan lokal yang selama ini jarang diangkat secara serius dalam perfilman nasional.
“Saya tahu ini wilayah yang sensitif. Tapi kalau dikerjakan dengan riset yang benar, dan niat yang baik, saya percaya bisa menghasilkan sesuatu yang layak. Kita ini negara yang kaya secara budaya dan spiritualitas. Sayang kalau tidak diangkat dengan cara yang benar,” tuturnya.
Harapan dan Antusiasme
Keterlibatan Nugie dalam proyek ini menambah daya tarik tersendiri bagi film Sosok Ketiga: Lintrik. Para penggemar musik maupun film horor pun menyambut kabar ini dengan antusias. Di media sosial, banyak yang penasaran seperti apa bentuk dan bunyi mantra yang dibuat Nugie, serta bagaimana perannya dalam alur cerita film.
Film ini juga menandai kolaborasi lintas bidang antara dunia musik dan sinema yang semakin berkembang di industri hiburan Tanah Air. Dengan pendekatan yang serius terhadap unsur budaya, Sosok Ketiga: Lintrik diharapkan mampu menghadirkan pengalaman sinematik yang tidak hanya menyeramkan, tetapi juga reflektif dan bermakna.

