Jakarta, Mata4.com — Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara resmi mengakui bahwa Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat penumpang Azerbaijan yang terjadi pada Oktober 2024 lalu. Pengakuan tersebut disampaikan dalam konferensi pers internasional yang digelar pada Kamis (9/10), menjadi momen penting dalam penyelesaian insiden tragis yang sempat menimbulkan ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Kronologi Insiden
Pesawat penumpang Azerbaijan yang mengangkut 132 penumpang dan awak jatuh di wilayah perbatasan antara Rusia dan Azerbaijan pada 15 Oktober 2024. Insiden ini menewaskan seluruh orang di dalam pesawat dan menjadi salah satu kecelakaan penerbangan paling memilukan di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Awalnya, pihak Rusia dan Azerbaijan saling bertukar informasi, namun ada ketidakjelasan terkait penyebab jatuhnya pesawat. Penyelidikan internasional yang melibatkan berbagai lembaga penerbangan sipil berupaya mengungkap fakta di balik tragedi tersebut.
Pengakuan Resmi Presiden Putin
Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh media internasional dan perwakilan diplomatik, Presiden Putin menyampaikan hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh otoritas Rusia. Ia menyatakan bahwa penyebab jatuhnya pesawat adalah akibat kesalahan operasional militer Rusia yang tidak disengaja.
“Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada rakyat Azerbaijan dan keluarga korban atas tragedi yang sangat menyakitkan ini,” ujar Putin dengan nada serius. Ia menambahkan bahwa Rusia bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut dan berkomitmen untuk memperbaiki hubungan bilateral yang sempat terganggu.
Reaksi Pemerintah Azerbaijan
Pemerintah Azerbaijan menyambut pengakuan Rusia dengan sikap yang terbuka dan positif. Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Leyla Mammadova, menyampaikan bahwa pengakuan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat dialog dan memperbaiki hubungan kedua negara.
“Kami menghargai itikad baik Rusia dalam menyampaikan pengakuan ini. Kami berharap kedua negara dapat bekerja sama untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan memperkuat hubungan yang saling menghormati,” ujar Mammadova.
Dampak pada Hubungan Diplomatik
Tragedi jatuhnya pesawat tersebut sempat memicu ketegangan diplomatik yang cukup signifikan antara Rusia dan Azerbaijan. Azerbaijan menuntut transparansi penuh dalam proses investigasi dan meminta pertanggungjawaban dari Rusia.
Pengakuan resmi oleh Putin dianggap sebagai langkah awal yang dapat membuka jalan bagi perbaikan hubungan diplomatik yang selama ini terhambat. Para analis politik menilai pengakuan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan diplomasi yang dapat meredakan ketegangan.
Proses Investigasi dan Kompensasi
Kedua negara telah menyepakati pembentukan tim investigasi gabungan yang akan bekerja secara transparan untuk menyelesaikan sisa-sisa penyelidikan dan memberikan laporan lengkap kepada publik. Selain itu, kedua pihak juga sedang merancang mekanisme kompensasi bagi keluarga korban sebagai bagian dari upaya pemulihan dan rekonsiliasi.
Dinas penerbangan sipil internasional juga dilibatkan untuk memastikan standar keselamatan dan prosedur operasional militer dapat ditinjau ulang agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Komitmen Rusia untuk Mencegah Insiden Serupa
Presiden Putin menegaskan bahwa Rusia akan meningkatkan pengawasan dan koordinasi dalam operasi militer yang berpotensi berdampak pada penerbangan sipil. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari terjadinya insiden serupa yang bisa mengancam keselamatan penerbangan di masa depan.
Harapan Komunitas Internasional
Komunitas internasional menyambut baik langkah Rusia untuk mengakui tanggung jawabnya atas insiden tersebut. Banyak negara dan organisasi berharap agar kedua negara dapat terus membangun kerja sama dan menyelesaikan konflik dengan cara damai.

