Jakarta, Mata4.com — Tren modest fashion atau busana modest yang menonjolkan kesan sopan, sederhana, dan elegan semakin menjadi pilihan gaya hidup di Indonesia. Menariknya, tren ini tidak lagi terbatas pada perempuan berhijab, melainkan telah merambah ke berbagai kalangan masyarakat, tanpa memandang agama atau latar belakang budaya.
Modest fashion awalnya dikenal sebagai gaya berpakaian yang memenuhi kaidah menutup aurat sesuai syariat Islam, terutama bagi perempuan berhijab. Namun, selama beberapa tahun terakhir, konsep modest fashion telah berevolusi menjadi sebuah gerakan global yang mengutamakan kenyamanan, kesopanan, dan nilai estetika universal. Hal ini menjadikan modest fashion lebih inklusif dan diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak mengenakan hijab.
Perkembangan Modest Fashion di Indonesia
Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, menjadi pasar utama bagi perkembangan modest fashion. Menurut data dari Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), penjualan produk modest fashion meningkat sekitar 20% setiap tahunnya selama lima tahun terakhir. Data ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap busana yang sopan dan nyaman terus mengalami peningkatan signifikan.
Tidak hanya brand lokal, sejumlah merek internasional juga mulai melirik pasar modest fashion di Indonesia dengan meluncurkan koleksi khusus yang sesuai dengan nilai-nilai modest. Banyak desainer muda yang turut berkontribusi dengan menciptakan desain busana yang menggabungkan tradisi dan modernitas, seperti penggunaan kain tradisional dengan sentuhan gaya kontemporer.
Salah satu desainer ternama mengatakan, “Modest fashion bukan hanya soal agama, tapi tentang bagaimana seseorang mengekspresikan dirinya dengan cara yang sopan dan nyaman. Ini adalah gaya hidup yang terus berkembang, terutama di kalangan generasi muda.”
Peran Media Sosial dan Influencer
Perkembangan pesat modest fashion juga tidak lepas dari peran media sosial. Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi medium efektif bagi para influencer dan selebritas untuk mempromosikan gaya modest. Konten-konten tutorial berpakaian, tips mix and match busana modest, hingga perjalanan fashion para influencer membantu memperluas jangkauan tren ini.
Seorang influencer modest fashion dengan jutaan pengikut mengatakan, “Saya ingin menunjukkan bahwa fashion sopan itu bisa tetap stylish dan trendi. Modest fashion adalah tentang percaya diri dan ekspresi diri yang positif.”
Media sosial juga memungkinkan interaksi dua arah antara desainer dan konsumen, sehingga produk yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pasar.
Modest Fashion sebagai Gaya Hidup Inklusif
Konsep modest fashion kini juga makin inklusif dengan hadirnya koleksi busana modest untuk pria dan anak-anak. Beberapa brand mulai menawarkan pakaian yang simpel, longgar, dan nyaman untuk pria yang ingin tampil elegan tanpa harus mengikuti tren mode yang berlebihan.
Pengamat mode menilai, “Modest fashion mencerminkan perubahan sosial di mana masyarakat semakin mengedepankan nilai kesederhanaan dan kepraktisan dalam berpakaian. Ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya dan agama.”
Selain itu, modest fashion turut berperan dalam mendorong kesadaran akan keberlanjutan (sustainability). Banyak brand modest fashion yang mulai memproduksi pakaian dengan bahan ramah lingkungan dan proses produksi yang etis, menanggapi kebutuhan konsumen modern yang peduli terhadap lingkungan.
Tantangan dan Peluang Industri Modest Fashion
Meski tren modest fashion terus tumbuh, industri ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti kebutuhan untuk tetap relevan dengan perkembangan mode global tanpa menghilangkan ciri khas modest yang sopan. Persaingan yang semakin ketat juga memaksa pelaku industri untuk terus berinovasi dalam desain dan pemasaran.
Namun, peluang pasar yang besar serta konsumen yang semakin sadar akan pentingnya pakaian yang nyaman dan sopan menjadi modal kuat bagi pertumbuhan industri ini. Pemerintah dan asosiasi terkait juga mendukung dengan mengadakan berbagai event dan pameran fashion modest yang mempertemukan desainer, produsen, dan konsumen.
Respon Masyarakat dan Harapan ke Depan
Respon positif masyarakat terhadap modest fashion terlihat dari semakin banyaknya orang yang mengadopsi gaya busana ini dalam keseharian. Tidak hanya perempuan berhijab, banyak wanita non-hijab yang memilih busana modest karena nyaman dan elegan. Bahkan, sebagian pria juga mulai mengapresiasi konsep berpakaian modest yang lebih santun dan fungsional.
Seorang mahasiswa di Jakarta mengatakan, “Saya suka pakaian yang simpel dan tidak mencolok. Modest fashion memberi saya pilihan yang tepat untuk tampil percaya diri tanpa harus berlebihan.”
Para ahli memprediksi tren modest fashion akan terus berkembang seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat yang semakin menghargai nilai-nilai kesopanan, keberagaman, dan keberlanjutan dalam berpakaian.
Kesimpulan
Modest fashion saat ini telah melampaui batasan awalnya sebagai busana bagi perempuan berhijab menjadi sebuah gerakan gaya hidup yang inklusif dan universal. Dengan dukungan desainer kreatif, media sosial, serta kesadaran masyarakat akan nilai kesederhanaan dan keberlanjutan, modest fashion diperkirakan akan terus menjadi pilihan utama bagi banyak orang di Indonesia dan dunia.
Dengan demikian, modest fashion tidak hanya sekadar tren sesaat, tetapi juga mencerminkan perubahan sosial dan budaya yang lebih luas dalam cara masyarakat mengekspresikan diri melalui busana yang sopan, nyaman, dan elegan.

