Jakarta, Mata4.com — Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 kembali menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya dalam menghadapi stres yang kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup umum dialami berbagai kalangan.
Tahun ini, tema yang diangkat menekankan bahwa stres adalah respon normal tubuh terhadap berbagai tekanan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, para ahli kesehatan mental mengingatkan, jika stres tidak dikelola dengan baik dan berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan mental yang serius seperti kecemasan, depresi, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Stres: Respon Alami yang Harus Dikelola
Stres merupakan mekanisme alami tubuh dalam merespon situasi sulit atau menantang. Dalam jumlah yang wajar, stres dapat memberikan efek positif dengan meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan menghadapi masalah. Namun, stres yang berlebihan atau berkepanjangan justru dapat mengganggu fungsi tubuh dan pikiran.
Dr. Sinta Wulandari, psikolog klinis dari Rumah Sakit Jiwa Jakarta, menjelaskan bahwa stres yang tidak ditangani dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup hingga masalah kesehatan fisik seperti hipertensi dan gangguan tidur.
“Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa stres itu normal dan wajar. Namun, apabila gejala stres berlangsung lama seperti rasa cemas berlebihan, sulit tidur, kelelahan terus-menerus, dan penurunan minat pada aktivitas sehari-hari, maka sebaiknya segera mencari bantuan profesional,” ujar Dr. Sinta.
Dampak Stres pada Kesehatan Mental dan Fisik
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, gangguan kesehatan mental di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Stres yang berkepanjangan menjadi salah satu pemicu utama kondisi tersebut. Risiko gangguan mental akibat stres meliputi gangguan kecemasan, depresi, dan bahkan gangguan psikosis pada kasus berat.
Selain dampak pada kesehatan mental, stres juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres kronis dapat melemahkan sistem imun tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan memperburuk kondisi medis yang sudah ada.
Peran Pemerintah dan Layanan Kesehatan Mental
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah berupaya memperluas akses layanan kesehatan mental bagi masyarakat. Program edukasi, konseling, serta layanan psikologis melalui fasilitas kesehatan maupun platform digital kini semakin banyak tersedia.
Menteri Kesehatan, dalam perayaan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025, menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan mental, khususnya di daerah-daerah yang selama ini masih terbatas pelayanannya.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut atau malu mencari bantuan ketika mengalami stres atau gangguan mental. Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” kata Menteri Kesehatan.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan
Selain peran tenaga medis dan pemerintah, dukungan keluarga dan lingkungan sosial sangat krusial dalam membantu individu mengatasi stres. Lingkungan yang suportif dapat membantu mengurangi beban pikiran dan mempercepat pemulihan.
Para ahli juga menganjurkan pola hidup sehat sebagai bagian dari strategi pengelolaan stres. Ini meliputi olahraga teratur, pola tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan membangun komunikasi yang baik dengan orang terdekat.
Tips Mengelola Stres
Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan para ahli untuk mengelola stres sehari-hari:
- Olahraga Rutin: Aktivitas fisik dapat melepaskan hormon endorfin yang membantu memperbaiki suasana hati.
- Istirahat yang Cukup: Tidur berkualitas penting untuk pemulihan mental dan fisik.
- Meditasi dan Relaksasi: Teknik pernapasan dan meditasi dapat membantu menenangkan pikiran.
- Berbicara dengan Orang Terpercaya: Berbagi cerita dengan keluarga atau teman dekat dapat meringankan beban pikiran.
- Cari Bantuan Profesional: Jika merasa stres berlebihan, jangan ragu konsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Kesimpulan
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 menjadi pengingat bahwa stres adalah bagian alami kehidupan yang harus dihadapi dengan kesadaran dan tindakan tepat. Menyadari gejala stres dan mengambil langkah penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah gangguan mental yang lebih serius.
Dengan dukungan keluarga, lingkungan, tenaga kesehatan, dan pemerintah, diharapkan masyarakat Indonesia semakin terbuka dan peduli terhadap kesehatan jiwa. Upaya bersama ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang sehat secara fisik maupun mental.

