Jakarta, Mata4.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masih melakukan kajian mendalam terhadap proposal Patriot Bond, instrumen surat utang yang diajukan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan pihaknya berkomitmen untuk menelaah rencana penerbitan Patriot Bond secara prudent serta menjamin pemenuhan aspek Good Corporate Governance (GCG) sebelum memberikan izin resmi.
“Kami melakukan diskusi dengan pihak Danantara, dan nanti tentu proses yang dilakukan adalah secara prudent dan secara governance yang baik. Sehingga, seluruh persyaratan terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Mahendra usai menghadiri Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Kajian Mendalam Sebelum Persetujuan
Mahendra menjelaskan, proses pendalaman terhadap proposal ini merupakan langkah penting agar penerbitan Patriot Bond dilakukan secara hati-hati, transparan, dan sesuai standar regulasi keuangan yang berlaku di Indonesia.
OJK juga menekankan bahwa proses perizinan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mencakup analisis menyeluruh terhadap struktur, risiko, dan tujuan penerbitan instrumen tersebut.

“Setelah proses pendalaman, OJK akan memfasilitasi penerbitan Patriot Bond dengan sebaik-baiknya,” tambah Mahendra.
Langkah OJK ini dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga integritas pasar keuangan nasional, serta memastikan bahwa produk investasi baru yang ditawarkan kepada publik memiliki landasan hukum dan tata kelola yang kuat.
Patriot Bond dan Misi Investasi Nasional
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut proses pendaftaran izin registrasi Patriot Bond ke OJK ditargetkan selesai pada Oktober 2025.
Patriot Bond sendiri dirancang sebagai instrumen pendanaan nasional yang menggabungkan prinsip investasi produktif dengan misi keberlanjutan ekonomi Indonesia. Program ini disebut akan melibatkan partisipasi sektor swasta dan konglomerasi nasional untuk membiayai proyek strategis seperti infrastruktur hijau, pengelolaan energi, dan ekonomi sirkular.
Baca Juga:
gaza porak poranda usai serangan israel
Dalam keterangan sebelumnya, Rosan mengungkapkan bahwa 192 perusahaan telah menunjukkan minat untuk bergabung dalam proyek-proyek di bawah naungan Danantara, termasuk program sampah jadi listrik yang digadang menjadi salah satu proyek unggulan Patriot Bond.
Menjaga Prinsip Tata Kelola
Mahendra menegaskan pentingnya penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap tahapan proyek investasi, terutama bagi entitas yang mengelola dana publik melalui instrumen surat utang.
“Setiap langkah yang kami ambil akan memastikan bahwa penerbitan ini memenuhi seluruh aspek kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi model penerapan GCG bagi lembaga investasi nasional lainnya, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap proyek-proyek pendanaan hijau dan berkelanjutan.
