Bekasi, Mata4.com – Bola basket termasuk olahraga populer di Indonesia. Hampir semua sekolah menjadikannya salah satu pilihan ekstrakurikuler. Namun, masih banyak anak sekolah yang bermain asal-asalan karena menganggap ekskul hanya kegiatan tambahan. Padahal, dengan latihan serius, peluang menjadi atlet profesional terbuka lebar.
Salah satu langkah awal adalah memahami posisi pemain basket dan tugasnya. Dengan pengetahuan ini, pemain bisa mengatur strategi, bekerja sama dalam tim, dan meningkatkan performa saat bertanding.
Bagi siswa yang ingin lebih serius, kompetisi seperti DBL Indonesia bisa menjadi batu loncatan menuju level profesional. Banyak jebolan DBL yang kemudian memperkuat Timnas Basket Indonesia, seperti Vincent Kosasih, Yudha Saputera, Henny Sutjiono, hingga Dyah Lestari.
Baca Juga:
pbb waspadai harapan palsu gaza
Berikut adalah lima posisi utama dalam basket dan tugas masing-masing:
1. Point Guard (PG)
Point guard berperan sebagai playmaker, mengatur irama permainan dan memberikan umpan (assist) agar tim mencetak poin. Posisi ini biasanya diisi pemain bertubuh kecil yang lincah dan mahir menggiring bola.
Contoh pebasket terkenal: Stephen Curry.
2. Shooting Guard (SG)
Shooting guard bertugas untuk menembak bola dan mencetak poin. Pemain di posisi ini biasanya lebih tinggi agar mudah melompat dan memasukkan bola ke ring.
Contoh pebasket terkenal: Michael Jordan, Kobe Bryant.

3. Small Forward (SF)
Small forward juga dituntut mampu mencetak poin dan membantu point guard saat menghadapi tekanan lawan. Dalam bertahan, mereka menjaga lawan yang berposisi shooting guard atau small forward.
Contoh pebasket terkenal: LeBron James.
4. Power Forward (PF)
Power forward fokus pada rebound, yakni menangkap bola pantul dari ring, baik saat menyerang maupun bertahan. Posisi ini biasanya bergerak dekat ring dan menembak dari jarak dekat.
Contoh pebasket terkenal: Giannis Antetokounmpo, Anthony Davis, Kevin Durant.
5. Center (C)
Center bertugas menepis tembakan lawan, menyusup pertahanan lawan, menjaga area pertahanan, serta merebut bola saat jump ball. Pemain center umumnya bertubuh besar dan memanfaatkan kekuatan fisiknya untuk menghalangi lawan.
Contoh pebasket terkenal: Kareem Abdul-Jabbar, Shaquille O’Neal.
Dengan memahami posisi dan peran masing-masing pemain, pemain basket pemula maupun yang bercita-cita profesional bisa lebih fokus, meningkatkan koordinasi tim, dan memiliki peluang lebih besar untuk sukses di kompetisi, baik di tingkat sekolah maupun nasional.
