Jakarta, Mata4.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali mencatat prestasi di kancah internasional melalui inovasi program MBG (Modernisasi Basis Ground). Program tersebut mendapat apresiasi dari lembaga filantropi terkemuka dunia, Rockefeller Foundation, dalam forum global bertajuk Public Safety and Innovation Forum 2025 yang diselenggarakan di Singapura, awal pekan ini.
Program MBG dinilai sebagai salah satu terobosan yang signifikan dalam memperkuat keamanan publik berbasis data dan partisipasi masyarakat. Apresiasi ini menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap upaya Polri dalam melakukan modernisasi sistem kerja dan pelayanan publik di era digital.
Pengakuan dari Dunia Internasional
Dalam forum yang dihadiri oleh berbagai perwakilan institusi keamanan dan organisasi masyarakat sipil dari Asia, Eropa, dan Amerika, Rockefeller Foundation secara terbuka menyampaikan pandangannya terhadap program MBG. Dalam pernyataannya, Emily Sanders, Direktur Program Keamanan Komunitas Rockefeller Foundation, menyebutkan bahwa MBG adalah contoh inovasi yang dapat direplikasi oleh negara berkembang lainnya.
“Kami melihat bahwa Polri melakukan langkah maju dengan mengintegrasikan teknologi, keterlibatan warga, dan transparansi dalam proses keamanan komunitas. Program MBG merupakan model yang patut diperhatikan,” ujar Sanders di hadapan peserta forum.
Sanders juga menyebut bahwa pendekatan yang dilakukan Polri dapat mempersempit jarak antara aparat penegak hukum dan masyarakat, serta membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Komitmen Polri terhadap Transformasi Digital
Menyikapi apresiasi tersebut, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa pengakuan internasional tersebut merupakan bukti bahwa langkah-langkah reformasi yang dijalankan Polri berjalan di arah yang tepat.
“Program MBG adalah bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan institusi yang Presisi — Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Kami terus berupaya menghadirkan inovasi pelayanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Kapolri melalui keterangan resmi, Rabu (8/10).
Listyo menambahkan bahwa teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi juga bagian dari strategi utama dalam memperbaiki sistem kerja internal dan eksternal Polri.
Fitur Unggulan dan Implementasi MBG
Program MBG telah dijalankan sebagai proyek percontohan di beberapa wilayah, termasuk di Jakarta, Bandung, Makassar, dan Medan. Salah satu fitur utama program ini adalah aplikasi pelaporan masyarakat secara real-time, yang terhubung langsung dengan sistem kepolisian di tingkat Polres dan Polsek.
Selain itu, MBG juga mengembangkan basis data komunitas yang memungkinkan pemetaan wilayah rawan kejahatan, pengawasan berbasis CCTV dan IoT, serta pelibatan tokoh masyarakat dalam forum keamanan lingkungan.
Kombinasi antara teknologi dan pendekatan partisipatif ini mendapat tanggapan positif dari warga. Siti Rahayu (38), warga Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, mengatakan bahwa ia merasa lebih aman dan mudah saat ingin menyampaikan laporan.
“Sekarang tinggal buka aplikasi, lapor langsung, dan biasanya polisi langsung tanggap. Kami juga bisa ikut pantau situasi di sekitar,” ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (9/10).
Tanggapan Akademisi dan Pengamat
Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Rika Andayani, menyatakan bahwa keberhasilan MBG harus diiringi dengan pengawasan yang kuat terhadap penggunaan data dan akuntabilitas aparat.
“Apresiasi internasional memang penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana program ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata. Transparansi dan evaluasi berkala harus menjadi bagian dari implementasi,” ujar Rika.
Ia juga menyarankan agar Polri membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan akademisi, LSM, dan masyarakat sipil untuk memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga berpihak pada nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi.
Dukungan dari Pemerintah
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan siap mendukung penguatan infrastruktur digital yang dibutuhkan untuk mendukung program-program seperti MBG. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, dalam keterangannya menyebut bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital di sektor keamanan publik.
“Kami melihat MBG sebagai langkah yang selaras dengan agenda pemerintah dalam membangun ekosistem digital nasional. Kominfo siap memfasilitasi kebutuhan infrastruktur dan sistem keamanan data dalam mendukung program ini,” ujar Samuel.
Langkah Ke Depan
Seiring dengan apresiasi yang diterima, Polri menyatakan akan terus mengevaluasi pelaksanaan Program MBG serta memperluas penerapannya ke wilayah lain di Indonesia. Tahapan pengembangan berikutnya mencakup integrasi sistem dengan kementerian dan lembaga lain, serta peningkatan pelatihan digital untuk personel Polri di tingkat daerah.
“Kami terbuka untuk masukan dari semua pihak agar program ini bisa terus diperbaiki dan dikembangkan,” pungkas Kapolri dalam pernyataannya.

