Tangerang, Mata4.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia dengan berhasil menggerebek sebuah laboratorium produksi sabu di sebuah apartemen kawasan Cisauk, Tangerang. Operasi ini berhasil mengamankan dua orang residivis yang diduga sebagai pelaku utama dalam jaringan produksi dan peredaran narkotika tersebut.
Penggerebekan Setelah Penyelidikan Mendalam
Menurut keterangan Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol Dwi Santoso, penggerebekan dilakukan setelah tim penyidik menjalankan penyelidikan intensif selama beberapa bulan. Proses itu melibatkan pengumpulan informasi dan pemantauan aktivitas mencurigakan di kawasan apartemen tersebut.
“Penggerebekan ini merupakan hasil kerja keras tim dalam membongkar sindikat narkoba yang menggunakan apartemen sebagai tempat produksi,” ungkap Brigjen Dwi dalam konferensi pers yang digelar di kantor BNN Provinsi Banten.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa laboratorium tersebut dilengkapi dengan peralatan canggih dan bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi narkoba jenis sabu dalam skala yang cukup besar.
Pelaku Berstatus Residivis, Catatan Kriminalnya Jadi Sorotan
Kedua tersangka yang diamankan diketahui memiliki catatan kriminal sebagai residivis dalam kasus narkoba. Hal ini menjadi perhatian khusus karena menunjukkan indikasi peredaran narkoba yang sulit diberantas akibat peran pelaku yang sudah berulang kali terlibat kasus serupa.
Meskipun demikian, BNN menegaskan bahwa seluruh proses hukum akan berjalan sesuai dengan prinsip keadilan dan hak asasi manusia, termasuk memberikan kesempatan bagi tersangka untuk mendapatkan pendampingan hukum.
Barang Bukti dan Proses Hukum
Dalam penggerebekan tersebut, aparat menyita berbagai barang bukti berupa bahan kimia, peralatan produksi, serta paket narkoba siap edar. Barang bukti tersebut akan menjadi bagian dari berkas penyidikan yang akan diajukan ke pengadilan.
“Kami memastikan proses penanganan perkara ini dilakukan transparan dan akuntabel. Penyidik akan mendalami keterkaitan tersangka dengan jaringan yang lebih luas,” tambah Brigjen Dwi.
Dampak Penggerebekan bagi Lingkungan Sekitar
Warga sekitar kawasan apartemen Cisauk mengaku terkejut dan prihatin atas adanya aktivitas produksi narkoba di lingkungan yang selama ini dianggap relatif aman dan tertib. Mereka berharap aparat keamanan terus meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita semua berharap lingkungan tetap aman, terutama bagi anak-anak dan remaja yang rentan terpengaruh,” ujar seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.
Peran Masyarakat dan Upaya Pencegahan
BNN mengimbau masyarakat untuk turut aktif melaporkan segala aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak tatanan sosial dan kesehatan masyarakat. Kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menekan peredaran narkoba.
Selain penindakan, BNN juga terus menggiatkan program pencegahan, penyuluhan, dan rehabilitasi untuk membantu korban penyalahgunaan narkoba kembali ke masyarakat.
Penutup
Kasus penggerebekan laboratorium sabu di apartemen Cisauk ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkoba masih menjadi tantangan serius bagi Indonesia. Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas jaringan narkoba secara menyeluruh.
BNN berkomitmen melanjutkan upaya pemberantasan narkotika dengan pendekatan profesional dan berorientasi pada perlindungan masyarakat luas.

