Bekasi, Mata4com – Ungkapan “banyak jalan menuju lubang” seolah menggambarkan kondisi sejumlah ruas jalan di Kota Bekasi. Kerusakan jalan, tambal sulam yang berulang, hingga penutup manhole yang amblas masih menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.
Salah satu yang menjadi sorotan berada di Jalan Raya Jatiasih, Kota Bekasi. Di ruas tersebut, kerusakan penutup manhole atau lubang utilitas berpadu dengan permukaan jalan yang bergelombang. Kondisi ini membuat pengendara, terutama sepeda motor, harus ekstra waspada saat melintas.
Persoalan semakin serius ketika hujan turun. Genangan air dapat menutupi lubang dan bagian jalan yang amblas sehingga sulit dikenali pengendara. Dalam kondisi seperti ini, kerusakan infrastruktur bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (22/10/2026), sejumlah bagian penutup utilitas terlihat amblas dan tidak sejajar dengan permukaan jalan. Kondisi tersebut berpotensi membuat kendaraan kehilangan keseimbangan, khususnya sepeda motor yang melintas dalam kecepatan tertentu.
Hendra, warga setempat, mengatakan kondisi jalan rusak tersebut cukup membahayakan, terutama ketika hujan karena lubang tertutup genangan.
“Jalan rusak ini berbahaya sekali kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan,” ujar Hendra saat ditemui di sekitar lokasi, Kamis (22/10/2026).
Menurut Hendra, keluhan mengenai jalan rusak juga kerap disampaikan warga melalui media sosial. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah laporan tersebut telah sampai dan ditindaklanjuti pemerintah daerah.
“Ada aja aduan warga, foto-foto ditaruh di sosmed. Kalau yang lapor sampai ke pemda belum tahu ya, ada kali,” katanya.
Bukan Sekadar Jalan Rusak
Kerusakan penutup manhole yang miring, terangkat maupun amblas tidak bisa dipandang sebagai persoalan kecil. Titik-titik tersebut dapat mengganggu stabilitas kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Bagi pengendara sepeda motor, menghantam lubang atau permukaan jalan yang tiba-tiba turun dapat menyebabkan kendaraan oleng hingga kehilangan kendali. Dampaknya tidak hanya berpotensi menimbulkan kecelakaan, tetapi juga kerusakan ban, pelek maupun komponen kendaraan lainnya.
Risiko tersebut semakin besar pada malam hari ketika jarak pandang pengendara terbatas. Minimnya tanda peringatan di sekitar titik kerusakan juga membuat pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk menghindari lubang.
Ancaman kecelakaan akibat jalan berlubang di wilayah Bekasi pun bukan persoalan yang bisa dianggap remeh. Berdasarkan informasi yang dirujuk dari Kumparan.com, kecelakaan akibat jalan berlubang pernah terjadi di Jalan Raya Narogong pada Senin (19/1/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius dan sepeda motor mengalami kerusakan berat.
Warga Minta Jangan Sekadar Tambal Sulam
Kondisi Jalan Raya Jatiasih kini kembali mempertanyakan efektivitas pola penanganan kerusakan jalan yang hanya bersifat sementara.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait tidak sekadar melakukan penambalan pada permukaan jalan, tetapi menyelesaikan sumber persoalan, termasuk memperbaiki penutup manhole yang amblas agar tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
“Harapannya pemerintah segera memperbaiki penutup manhole yang amblas ini secara menyeluruh, jangan cuma ditambal. Soalnya kalau hanya ditambal, nanti bisa ambles lagi,” pungkas Hendra.
Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut pada akhirnya bukan hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan pengguna jalan.
Kini, warga menunggu langkah konkret pemerintah. Jangan sampai perbaikan baru dilakukan setelah lubang jalan kembali memakan korban.
