Bekasi, Mata4com – Dinamika pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Bekasi periode 2026–2031 mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 mendatang.
Sorotan utama tertuju pada keberlanjutan kepemimpinan dan soliditas organisasi, setelah seluruh pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan se-Kota Bekasi kompak memberikan dukungan kepada calon petahana, H. Darkam Suryadi.
Sebanyak 12 Pengurus Karang Taruna Kecamatan secara bulat telah melayangkan surat rekomendasi resmi sebagai bentuk dukungan agar Darkam kembali memimpin organisasi sosial kepemudaan tersebut untuk lima tahun ke depan.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Jatiasih, Sarifudin Engkam, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan hasil musyawarah internal yang melibatkan seluruh jajaran Badan Pengurus Harian (BPH).
“Kami dari 12 kecamatan menyepakati untuk kembali mendukung Bang Haji Darkam maju sebagai Ketua Karang Taruna Kota Bekasi periode 2026–2031,” ujar Sarifudin saat ditemui di kawasan Rawalumbu, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, keputusan ini tidak lepas dari rekam jejak kepemimpinan Darkam selama lima tahun terakhir yang dinilai berhasil menjaga kedekatan dengan kader di tingkat akar rumput. Ia dikenal aktif turun langsung ke unit kegiatan di tingkat kelurahan hingga RW.
Bahkan, di bawah kepemimpinan Darkam, Karang Taruna Kota Bekasi sempat menjadi rujukan nasional. Sejumlah daerah seperti Tangerang hingga Bangka Belitung melakukan studi banding, terutama terkait sistem kepengurusan yang dinilai inovatif, termasuk penerbitan buku saku Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Sarifudin juga memastikan hingga saat ini belum ada kader internal lain yang menyatakan diri maju sebagai penantang petahana.
Sementara itu, H. Darkam Suryadi mengonfirmasi bahwa dirinya telah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi pada Senin pagi (15/6/2026).
“Alhamdulillah, pagi tadi saya sudah menyerahkan berkas pendaftaran. Salah satu syaratnya adalah dukungan tertulis dari 12 kecamatan. Ini menjadi amanah besar yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Darkam yang memulai karier organisasinya dari tingkat RW, kelurahan hingga kecamatan ini juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama perwakilan pengurus telah melakukan koordinasi dengan pimpinan daerah, termasuk meminta restu kepada Wali Kota Bekasi.
“Kami sudah bertemu dengan Wali Kota Bekasi dan mendapatkan respons yang sangat positif. Kami berharap Musda nanti berjalan lancar dan kondusif,” tambahnya.
Mengusung visi “HADIR” (Humanis, Adaptif, Dedikatif, Inovatif, dan Responsif), Darkam memaparkan sejumlah program strategis yang akan diperkuat pada periode keduanya.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mengatasi hambatan tenaga kerja lokal yang ingin bekerja ke luar negeri.
“Dari 400 pendaftar program kerja luar negeri, hanya 20 yang lolos karena kendala bahasa. Ke depan, Karang Taruna akan memfasilitasi pelatihan bahasa Jepang, Inggris, dan Arab secara masif di tiap kecamatan,” jelasnya.
Selain itu, program perlindungan sosial bagi pengurus juga akan terus dilanjutkan. Pada periode sebelumnya, Karang Taruna Kota Bekasi secara mandiri telah mendaftarkan ribuan pengurus dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Seluruh pengurus kami daftarkan menggunakan dana kas organisasi. Bahkan sudah ada empat anggota yang meninggal dunia dan keluarganya menerima santunan masing-masing sebesar Rp42 juta. Ini bukti nyata kepedulian kami,” tegas Darkam.
Tak hanya itu, perkembangan organisasi juga terlihat dari peningkatan jumlah anggota yang signifikan. Dalam lima tahun terakhir, jumlah kader Karang Taruna Kota Bekasi melonjak dari sekitar 30.000 menjadi 63.000 anggota yang tersebar hingga tingkat RT.
Dengan dukungan penuh dari 12 kecamatan dan rekam jejak yang dinilai positif, langkah Darkam menuju periode kedua semakin terbuka lebar.
Musda pada 20 Juni 2026 mendatang diprediksi akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah masa depan Karang Taruna Kota Bekasi.
