Jakarta, Mata4.com — Saat seseorang tiba-tiba mengalami kelemahan pada tubuh atau kesulitan berbicara, banyak masyarakat masih percaya pada mitos seperti memijat tubuh atau menusuk jarum di jari agar darah kembali lancar. Padahal, tindakan tersebut justru bisa memperparah kondisi penderita stroke dan mengancam nyawanya.
Menurut panduan medis, serangan stroke merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera dari tenaga profesional. Masyarakat perlu mengenali gejala stroke dengan akronim FAST — Face, Arms, Speech, Time. Jika wajah tampak miring, salah satu lengan lemah, atau bicara cadel, maka segera catat waktu kejadian dan bawa korban ke rumah sakit terdekat.
“Waktu adalah kunci. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan medis, semakin besar peluang untuk pulih tanpa kecacatan,” ujar salah satu dokter spesialis saraf RSUD Cipto Mangunkusumo, Kamis (30/10/2025).

Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan tindakan berisiko, seperti memijat, menusuk jarum, atau memberi makanan dan minuman kepada korban yang tidak sadar penuh. Hal tersebut bisa menyebabkan tersedak atau memperparah kerusakan otak akibat gangguan aliran darah.
Selagi menunggu bantuan medis, posisikan pasien dengan kepala agak terangkat, longgarkan pakaian ketat, dan pantau pernapasan serta kesadarannya. Setelah dibawa ke rumah sakit, pasien akan menjalani pemeriksaan CT Scan atau MRI untuk menentukan jenis stroke — iskemik (penyumbatan) atau hemoragik (pendarahan).
Langkah penanganan awal yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa serta mencegah kecacatan jangka panjang. Edukasi publik tentang penanganan darurat stroke penting untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit ini.
