Bekasi, Mata4com – Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Al-Ihsan (YPDIA) memperingati hari jadinya yang ke-45 dengan penuh khidmat sekaligus semangat pembaruan dalam dunia pendidikan.
Mengusung tema “Membangun Generasi Islami Melalui Pendidikan dan Dakwah”, kegiatan yang digelar pada Sabtu (23/5) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen menghadirkan sekolah ramah anak.
Ketua Yayasan, H. Jamaluddin, menegaskan bahwa arah pengembangan pendidikan di lingkungan YPDIA difokuskan pada konsep Sekolah Ramah Anak. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang tumbuh yang aman dan menyenangkan bagi siswa.
“Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman, aman, bersih, bebas dari bullying dan kekerasan, serta mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan,” ujarnya.
YPDIA yang menaungi jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA terus melakukan berbagai pembenahan fasilitas dan program pendukung. Sejumlah indikator Sekolah Ramah Anak pun telah diterapkan, di antaranya penyediaan UKS berstandar puskesmas, ruang baca yang nyaman, ruang khusus siswa, hingga Genius Room sebagai ruang kreativitas dan inovasi.
Tak hanya itu, siswa juga dilibatkan dalam kegiatan praktik langsung seperti budidaya ikan lele menggunakan galon bekas serta kegiatan bercocok tanam. Program-program ini bertujuan membentuk karakter mandiri dan peduli lingkungan sejak dini.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah program Lisam.com (Lihat Sampah Comot). Program ini mengajak seluruh warga sekolah untuk aktif menjaga kebersihan dengan membiasakan memungut sampah yang terlihat.
“Program ini sederhana, tetapi berdampak besar dalam membentuk karakter anak yang peduli terhadap lingkungan,” tambah H. Jamaluddin.
Momentum peringatan 45 tahun ini juga dihadiri Camat Pondokgede, Zainal Abidin, yang turut memberikan apresiasi atas berbagai program yang dijalankan YPDIA. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan berdaya guna.
“Kami mengucapkan selamat hari jadi ke-45. Semoga program kampung bersih dan pengolahan sampah organik ini terus berkembang, memberikan manfaat, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Dengan dukungan fasilitas, inovasi program, serta pembentukan karakter yang berkelanjutan, YPDIA optimistis mampu mencetak generasi islami yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada upaya menciptakan lingkungan yang membahagiakan dan memanusiakan anak.
