Bekasi, Mata4com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung pelaksanaan hari pertama masuk sekolah di SMP Negeri 12 Kota Bekasi, Senin (13/7).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah berjalan sesuai prinsip aman, inklusif, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.
Dalam kunjungan tersebut, Mas Tri sapaan akrabnya didampingi Camat Bekasi Selatan, Lurah Pekayon Jaya, serta jajaran kepala sekolah dan guru. Kehadirannya disambut antusias oleh para siswa baru yang memulai jenjang pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama.
Namun di balik antusiasme tersebut, sejumlah siswa mengaku merasa lebih grogi saat berhadapan langsung dengan Wali Kota dibanding mengikuti kegiatan MPLS. Rasa gugup terlihat ketika Wali Kota menyapa dan mengajak berdialog ringan di halaman sekolah.
“Saya lebih deg-degan pas ketemu Pak Wali Kota daripada ikut MPLS,” ujar salah satu siswa baru dengan senyum malu.
Mas Tri pun merespons suasana tersebut dengan pendekatan santai. Ia menyapa siswa secara hangat untuk mencairkan suasana dan mendorong rasa percaya diri mereka di hari pertama sekolah.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga berinteraksi dengan orang tua yang mengantarkan anaknya. Ia menilai kehadiran orang tua menjadi dukungan moral penting dalam membantu anak beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, memberikan kebijakan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengantarkan anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Selain memantau proses penyambutan, Wali Kota memastikan seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan sesuai konsep ramah anak, tanpa perundungan, kekerasan, maupun praktik diskriminatif.
“Hari pertama sekolah adalah momen yang akan selalu diingat oleh setiap anak. Karena itu, mereka harus disambut dengan kehangatan, rasa aman, dan semangat agar tumbuh percaya diri dalam mengikuti proses belajar,” ujar Mas Tri.
Ia juga mengapresiasi kesiapan tenaga pendidik SMPN 12 Kota Bekasi dalam menyelenggarakan MPLS Ramah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan budaya saling menghormati.
Mas Tri menegaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di kelas, tetapi juga lingkungan yang nyaman. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah harus terus diperkuat.
“MPLS menjadi langkah awal dalam membangun karakter generasi muda. Saya berharap seluruh sekolah di Kota Bekasi menghadirkan suasana belajar yang ramah, inklusif, dan bebas dari perundungan,” tambahnya.
Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, aman, dan humanis. MPLS Ramah diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan berkarakter.
