Bekasi, Mata4com – Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia Jawa Barat, Tine Yowargana, menyatakan optimisme tinggi terhadap kesiapan penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga Muaythai. Sebanyak 23 kontingen dengan total 230 atlet dipastikan siap ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Tine mengatakan, seluruh kontingen telah mempersiapkan atlet masing-masing untuk menghadapi pertandingan. Para peserta yang tampil merupakan atlet hasil seleksi Babak Kualifikasi (BK) Porprov, yakni mereka yang berhasil menembus delapan besar, serta atlet dari daerah tuan rumah yang merupakan peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menurutnya, komposisi peserta tersebut menunjukkan bahwa atlet-atlet yang akan bertanding merupakan mereka yang telah melalui proses seleksi dan memiliki kualitas kompetitif.
“Saya sangat optimistis. Pembinaan di masing-masing daerah sudah berjalan. Dari sisi teknis maupun fisik, persiapan atlet juga sudah matang,” ungkap Tine.
Ia bahkan menilai pembinaan Muaythai di Jawa Barat saat ini sudah berjalan secara mandiri dan terstruktur. Kondisi tersebut membuatnya optimistis menyebut Muaythai Jawa Barat sudah berada dalam fase auto pilot, karena masing-masing daerah telah memiliki pola pembinaan dan kesiapan atlet yang semakin baik.
“Muaythai di Jawa Barat sudah auto pilot. Pembinaan berjalan di masing-masing daerah, sehingga persiapan tidak lagi bergantung pada satu pihak. Semuanya sudah memiliki kesiapan masing-masing,” ujarnya.
Selain kesiapan atlet dan pertandingan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian serius Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat.
Tine memastikan tim medis dari Pengprov Muaythai Jabar bersama tim medis Kota Bekasi telah disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan selama pertandingan berlangsung.
Kesiapan tersebut dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku. Bahkan, sertifikasi bagi personel tim medis juga telah dipersiapkan sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan medis dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi.
Menurut Tine, keberadaan tim medis yang profesional menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan olahraga bela diri seperti Muaythai, mengingat setiap pertandingan memiliki potensi risiko cedera.
Dengan persiapan yang mencakup aspek teknis, fisik, hingga dukungan medis, ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami ingin memastikan seluruh atlet mendapatkan perlindungan dan penanganan medis sesuai prosedur. Keselamatan atlet menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Kesiapan 23 kontingen dengan 230 atlet tersebut sekaligus menjadi gambaran perkembangan pembinaan Muaythai di Jawa Barat yang semakin merata. Tine berharap kompetisi ini tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga semakin memperkuat ekosistem pembinaan Muaythai di berbagai daerah.
