Bekasi, Mata4com – Dua pemuda asal Banten, Fauzi (21) dan Gufron (20), terlantar di Kabupaten Bekasi setelah menjadi korban penipuan bermodus tawaran pekerjaan, Kamis (23/4).
Keduanya merupakan warga Kampung Pandangan, RT 06/01, Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Banten. Peristiwa bermula saat mereka sedang berkumpul di dekat rumah dan didatangi orang tak dikenal (OTK) yang menawarkan pekerjaan sebagai buruh di gudang beras di wilayah Kabupaten Bekasi.
Pelaku yang mengaku bernama Muhamad, warga Cikarang, meyakinkan korban dengan iming-iming pekerjaan. Karena tidak memiliki biaya perjalanan, korban diminta menjual telepon genggam untuk ongkos menuju lokasi kerja.
Setelah itu, mereka bertiga berangkat menggunakan bus, dilanjutkan angkutan kota, hingga ojek menuju wilayah Cikarang. Setibanya di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB, mereka sempat berhenti di sebuah warung.
Namun, pelaku kemudian berpamitan dengan alasan hendak ke kamar mandi. Hingga beberapa waktu ditunggu, pelaku tidak kembali dan menghilang.
Tanpa uang dan tanpa membawa identitas diri, Fauzi dan Gufron akhirnya berjalan kaki dengan tujuan pulang ke Banten. Dalam kondisi kelelahan, keduanya beruntung bertemu dengan seorang warga bernama Komarudin, sopir kendaraan elf, di sekitar RS Griya Medika.
Komarudin kemudian membantu keduanya dengan mengantarkan ke Kantor Dinas Sosial Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Menurut keterangan petugas Dinas Sosial, kedua pemuda tersebut akan ditempatkan sementara di rumah singgah. Selanjutnya, mereka akan mendapatkan pendampingan hingga dapat dipulangkan ke daerah asal.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan dari pihak yang tidak dikenal, terutama yang meminta sejumlah syarat tidak wajar sebelum keberangkatan.
