Jakarta, Mata4.com — Dewi Kusuma, putri sulung almarhumah komedian senior Mpok Alpa, angkat suara menanggapi kabar yang beredar luas beberapa waktu terakhir mengenai retaknya hubungan keluarga akibat perselisihan harta warisan. Dewi menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan bertentangan dengan kenyataan yang dialami keluarganya.
Klarifikasi ini disampaikan Dewi sebagai bentuk tanggung jawab untuk meluruskan informasi yang simpang siur dan menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial dan beberapa portal berita online. Dalam wawancara eksklusif bersama redaksi, Dewi menuturkan bahwa keluarga besar Mpok Alpa justru saat ini lebih kompak dan terus saling mendukung di tengah proses berduka yang masih berlangsung.
“Kami selalu berkomunikasi secara intens dan terbuka. Tidak ada perselisihan yang sampai menyebabkan perpecahan. Keluarga kami justru semakin erat di masa-masa seperti ini,” ujar Dewi Kusuma, dengan nada tegas dan penuh keyakinan.
Latar Belakang Isu dan Dampak yang Timbul
Isu mengenai perselisihan warisan keluarga Mpok Alpa mulai beredar di media sosial dan beberapa media online sekitar dua minggu terakhir. Berbagai spekulasi muncul, bahkan ada yang menyebutkan adanya ketegangan dan konflik internal antara anggota keluarga. Hal ini memicu keprihatinan dari penggemar dan masyarakat umum, mengingat reputasi Mpok Alpa sebagai sosok yang hangat dan penuh kasih sayang dalam keluarganya.
Kabar ini juga menimbulkan keresahan di kalangan para sahabat dan kolega Mpok Alpa, yang tidak menginginkan nama baik sang pelawak senior tercoreng oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
Dewi Kusuma menjelaskan bahwa isu tersebut muncul dari ketidaktahuan dan interpretasi yang keliru terhadap dinamika keluarga mereka, terutama di masa berkabung.
“Proses pembagian warisan berjalan dengan cara musyawarah yang melibatkan semua anggota keluarga, dan kami menempatkan rasa saling menghormati serta keadilan sebagai landasan utama,” jelas Dewi.
Proses Pembagian Warisan yang Transparan dan Kekeluargaan
Menurut Dewi, seluruh proses pembagian harta warisan almarhumah Mpok Alpa telah dilakukan secara transparan dan penuh kekeluargaan. Pihak keluarga melibatkan notaris dan penasihat hukum untuk memastikan pembagian berjalan adil dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan atau merasa tidak puas. Itu sebabnya kami melakukan semuanya secara terbuka dan bertanggung jawab,” terang Dewi.
Lebih jauh, Dewi menambahkan bahwa keputusan apapun diambil dengan diskusi bersama dan mempertimbangkan perasaan semua anggota keluarga agar keharmonisan tetap terjaga.
Mengenang Sosok Mpok Alpa, Pelawak Legendaris dan Inspiratif
Mpok Alpa, yang bernama asli Sariwati, adalah salah satu pelawak legendaris di Indonesia yang dikenal dengan karakter khas dan candaannya yang menghibur jutaan penonton selama puluhan tahun. Ia meninggal dunia pada bulan Mei 2025 setelah berjuang melawan penyakit serius yang dideritanya.
Kepergian Mpok Alpa meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia hiburan Indonesia yang kehilangan sosok ikonik dan penuh inspirasi. Banyak rekan dan penggemar yang terus mengenang kebaikan serta dedikasinya selama ini.
Dewi Kusuma mengungkapkan bahwa keluarga besar berkomitmen untuk menjaga warisan dan nilai-nilai yang telah ditinggalkan oleh almarhumah.
“Ibu kami selalu menanamkan nilai kekeluargaan yang kuat dan pentingnya saling mendukung. Kami ingin menghormatinya dengan menjaga persatuan keluarga dan melanjutkan perjuangannya,” ujar Dewi dengan suara haru.
Reaksi Publik dan Dukungan dari Penggemar
Klarifikasi yang disampaikan Dewi mendapat respons positif dari para penggemar dan masyarakat luas. Banyak yang memberikan dukungan moral serta harapan agar keluarga Mpok Alpa tetap kuat dan harmonis dalam menghadapi tantangan.
Di media sosial, para penggemar juga menyerukan agar masyarakat menghormati privasi keluarga dan tidak mudah percaya dengan kabar yang belum pasti kebenarannya.
Sejumlah tokoh publik dan pelawak senior juga menyampaikan pesan dukungan kepada keluarga Mpok Alpa, mengajak publik untuk lebih bijak dalam menerima berita dan menghormati masa berduka keluarga.
Pentingnya Etika dalam Penyebaran Informasi
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab sosial dalam menyebarkan berita, khususnya yang menyangkut kehidupan pribadi dan keluarga seseorang. Dewi Kusuma pun mengimbau masyarakat dan media untuk selalu melakukan verifikasi dan klarifikasi sebelum mempublikasikan sebuah informasi.
“Masyarakat dan media harus lebih bijak agar tidak menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman yang bisa berdampak negatif. Kami sangat menghargai perhatian, tetapi juga berharap adanya rasa hormat terhadap privasi keluarga,” pungkas Dewi.
Kesimpulan
Isu retaknya keluarga Mpok Alpa akibat perselisihan harta warisan ternyata tidak berdasar dan hanyalah hasil spekulasi yang beredar di luar fakta. Dewi Kusuma selaku putri sulung secara tegas membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa keluarga besar tetap harmonis dan kompak.
Proses pembagian warisan telah dilakukan secara transparan, adil, dan dengan semangat kekeluargaan. Keluarga berharap publik dan media dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan berita agar tidak menimbulkan kegelisahan yang tidak perlu.
Dengan menjaga prinsip kehati-hatian dalam menyebarkan informasi, kita dapat bersama-sama menghormati masa berduka keluarga dan menghargai warisan indah yang telah ditinggalkan oleh Mpok Alpa.

