Paris, Mata4.com — Pemain muda berbakat asal Spanyol, Lamine Yamal, menorehkan sejarah baru dalam dunia sepak bola setelah resmi dinobatkan sebagai Runner-up Ballon d’Or 2025. Penganugerahan penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh France Football tersebut berlangsung pada Rabu malam waktu setempat, bertempat di Théâtre du Châtelet, Paris.
Dengan pencapaian ini, Yamal menjadi salah satu pemain termuda dalam sejarah Ballon d’Or yang berhasil menempati posisi dua besar. Di usia 18 tahun, ia telah menjadi figur sentral dalam skuad FC Barcelona dan Tim Nasional Spanyol, menunjukkan performa yang konsisten sepanjang musim 2024/2025.
Performa Konsisten di Klub dan Tim Nasional
Lamine Yamal mencatatkan musim yang produktif dan impresif bersama FC Barcelona. Meskipun masih berusia remaja, ia telah menjadi pemain inti dalam tim utama. Musim ini, Yamal tampil dalam lebih dari 50 pertandingan di semua kompetisi, dengan kontribusi gol dan assist yang signifikan. Barcelona berhasil mengamankan gelar La Liga dan mencapai babak semifinal Liga Champions Eropa.
Di level internasional, Yamal memperkuat Tim Nasional Spanyol dalam ajang Euro 2024. Ia mencatatkan penampilan penting dan turut berkontribusi membawa Spanyol mencapai babak final. Dalam turnamen tersebut, ia mencetak sejumlah gol dan memberikan assist yang krusial bagi tim.
Penilaian Berdasarkan Proses Voting Internasional
Ballon d’Or adalah penghargaan yang diberikan berdasarkan proses voting oleh panel jurnalis olahraga dari berbagai negara. Panel ini menilai performa pemain sepanjang musim kompetisi, baik di level klub maupun tim nasional. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain: kontribusi terhadap tim, pencapaian kolektif, kemampuan individual, serta sportivitas.
Dalam edisi tahun ini, Yamal menempati urutan kedua dalam daftar perolehan suara, berada di bawah Kylian Mbappé (Prancis/Paris Saint-Germain) yang meraih Ballon d’Or 2025. Mbappé dipilih sebagai pemenang utama setelah membawa Prancis menjuarai Euro 2024 dan Paris Saint-Germain memenangkan Liga Champions.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh gelandang tim nasional Inggris, Jude Bellingham, yang juga menunjukkan performa konsisten bersama Real Madrid.
Pernyataan Resmi dan Tanggapan dari Klub
Dalam wawancara singkat yang dilakukan usai acara, Lamine Yamal menyampaikan apresiasinya terhadap penghargaan yang diterimanya.
“Saya merasa sangat bersyukur bisa berada di posisi ini. Ini adalah pencapaian besar bagi saya secara pribadi, namun tentu saja ini tidak akan mungkin tanpa dukungan dari keluarga, rekan-rekan satu tim, pelatih, dan semua staf di klub maupun tim nasional,” ujar Yamal kepada awak media di area konferensi pers.
FC Barcelona juga menyampaikan ucapan selamat secara resmi kepada Yamal melalui kanal media sosial dan situs resmi klub. Dalam pernyataannya, pihak klub menilai penghargaan ini sebagai hasil dari dedikasi dan kerja keras sang pemain.
“Kami bangga memiliki pemain seperti Lamine Yamal di dalam skuad. Ia menunjukkan etos kerja dan kedewasaan luar biasa di usia yang sangat muda. Penghargaan ini adalah bukti dari kualitasnya, dan kami percaya masa depan cerah menantinya,” tulis Barcelona dalam pernyataan resminya.
Analisis: Masa Depan Masih Panjang, Konsistensi Jadi Kunci
Meski pencapaiannya mengesankan, banyak analis sepak bola menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekspektasi terhadap pemain muda seperti Yamal. Sebab, perjalanan karier seorang atlet, terlebih dalam sepak bola profesional, sangat ditentukan oleh banyak faktor: kebugaran fisik, mentalitas, lingkungan kompetitif, serta keberlangsungan performa dari musim ke musim.
Pengamat sepak bola Eropa, Guillem Balagué, dalam komentarnya menyebut bahwa pencapaian Yamal mencerminkan kualitas yang dimilikinya, namun ia mengingatkan bahwa “Ballon d’Or bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang dalam karier seorang pemain.”
Catatan Sejarah dan Perbandingan
Sejak pertama kali diadakan pada tahun 1956, Ballon d’Or telah menjadi tolok ukur utama dalam menilai prestasi individual pemain sepak bola di seluruh dunia. Hanya sedikit pemain remaja yang berhasil masuk dalam tiga besar. Lamine Yamal kini bergabung dalam daftar tersebut bersama beberapa nama besar yang mencatatkan prestasi serupa di usia muda, seperti Lionel Messi, Ronaldo Nazário, dan Kylian Mbappé.
Namun, pencapaian Yamal sebagai Runner-up dalam usia 18 tahun menjadikannya salah satu yang termuda dalam sejarah penghargaan tersebut, dan membuka jalan bagi generasi baru pemain sepak bola dunia.
Tentang Ballon d’Or
Ballon d’Or adalah penghargaan individual tahunan yang diberikan oleh majalah France Football kepada pemain terbaik dunia. Penghargaan ini didasarkan pada voting oleh jurnalis olahraga dari seluruh dunia. Sejak 2022, kriteria penilaian difokuskan pada musim kompetisi (Agustus hingga Juni), bukan lagi tahun kalender.
Tiga aspek utama yang menjadi dasar penilaian meliputi:
- Performa individual dan statistik sepanjang musim.
- Prestasi kolektif bersama tim.
- Sikap dan sportivitas pemain di dalam dan luar lapangan.
Penutup
Penobatan Lamine Yamal sebagai Runner-up Ballon d’Or 2025 adalah pencapaian penting dalam perjalanan kariernya yang masih sangat panjang. Penghargaan ini mencerminkan pengakuan atas kerja keras dan kemampuan luar biasa yang ia tunjukkan sepanjang musim.
Meski belum meraih posisi puncak, pencapaian ini telah menjadikannya inspirasi bagi banyak pemain muda di seluruh dunia. Dengan dukungan lingkungan yang tepat dan konsistensi performa, Lamine Yamal berpotensi menjadi salah satu ikon besar dalam sepak bola modern.

