Bekasi, Mata4.com – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (27/9/2025). Keputusan itu diambil setelah penanggulangan darurat terhadap para korban dinyatakan selesai dan tidak ditemukan adanya kasus baru.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyebut pencabutan status KLB didasarkan pada meningkatnya angka kesembuhan pasien. “Tidak ditemukannya kasus baru, maka status KLB resmi kami hentikan,” ujarnya.
Meski demikian, tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas masih ditutup. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari investigasi terkait dugaan sumber penyebab keracunan. “Pemerintah daerah mendorong evaluasi menyeluruh oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap dapur yang masih ditutup,” tambah Jeje.

Kasus keracunan MBG di Bandung Barat sebelumnya menghebohkan publik. Dari data yang dihimpun, total 842 pelajar terdampak, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Sebanyak 393 korban berasal dari Kecamatan Cipongkor, sementara 449 lainnya dari Kecamatan Cihampelas.
Gejala yang dialami korban beragam, mulai dari mual, pusing, dehidrasi, hingga kejang-kejang. Bahkan, sebagian pelajar sempat mengalami penurunan kesadaran sehingga harus dirujuk ke RSUD Cililin. Lonjakan pasien sempat membuat layanan kesehatan kewalahan, dengan ambulans hilir mudik menjemput dan mengantarkan korban.
Pencabutan status KLB diharapkan menjadi awal pemulihan situasi di Bandung Barat. Namun, investigasi tetap berlanjut untuk memastikan program MBG bisa berjalan lebih aman dan tidak mengulangi kejadian serupa di kemudian hari.
