Medan, Mata4.com — Bika Ambon adalah salah satu kue tradisional khas Medan yang sangat digemari berkat teksturnya yang lembut dan bersarang unik. Kue ini telah menjadi ikon kuliner Sumatera Utara dan terkenal hingga ke seluruh Indonesia serta mancanegara. Popularitas Bika Ambon tidak hanya berkat cita rasanya yang khas, tetapi juga proses pembuatan tradisional yang memerlukan ketelitian dan keahlian khusus.
Sejarah dan Asal-usul Bika Ambon
Walaupun namanya menyebut “Ambon,” kue ini sebenarnya berasal dari Medan, Sumatera Utara. Nama “Bika Ambon” diduga berasal dari perpaduan sejarah dan interaksi budaya yang berlangsung di wilayah Medan, yang merupakan pusat perdagangan dan persilangan budaya sejak zaman dahulu. Ada pula teori yang menyebutkan bahwa nama ini diadopsi untuk menarik perhatian pembeli, karena Ambon juga dikenal sebagai pusat kuliner tradisional.
Sejak lama, Bika Ambon sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner masyarakat Medan. Kue ini kerap disajikan pada acara-acara penting seperti pernikahan, hari raya, dan pertemuan keluarga. Keunikan teksturnya yang bersarang menyerupai spons membuat Bika Ambon mudah dikenali dan berbeda dari kue tradisional lainnya.
Karakteristik dan Proses Pembuatan
Ciri khas utama Bika Ambon adalah teksturnya yang lembut dan bersarang, dengan rongga-rongga udara yang terbentuk melalui proses fermentasi. Bahan utama dalam pembuatan Bika Ambon meliputi tepung tapioka, santan segar, telur, gula, dan ragi alami. Pewarna alami kunyit sering digunakan untuk memberikan warna kuning cerah yang menggugah selera.
Proses fermentasi adalah tahap paling krusial dalam pembuatan Bika Ambon. Adonan yang sudah dicampur dengan ragi dibiarkan selama beberapa jam hingga mengembang. Proses ini memungkinkan terbentuknya struktur bersarang pada kue setelah dipanggang. Pengaturan suhu oven juga sangat penting untuk mendapatkan tekstur yang optimal; suhu yang terlalu tinggi dapat membuat kue gosong di luar namun belum matang sempurna di dalam.
Variasi Resep Bika Ambon Favorit
Seiring perkembangan zaman, berbagai variasi resep Bika Ambon mulai bermunculan, menyesuaikan dengan selera dan tren pasar. Berikut adalah 10 resep Bika Ambon yang paling populer dan banyak dicari:
- Bika Ambon Original
Resep klasik yang menggunakan santan, tepung tapioka, dan kunyit, menghasilkan kue dengan aroma pandan yang khas dan tekstur bersarang sempurna. - Bika Ambon Durian
Varian ini menambahkan durian asli dalam adonan, memberikan aroma kuat dan rasa manis legit khas durian yang menggoda. - Bika Ambon Keju
Kombinasi keju parut dan adonan klasik menciptakan sensasi rasa gurih dan manis yang unik. - Bika Ambon Cokelat
Penambahan cokelat bubuk memberikan cita rasa manis bercampur aroma cokelat yang memikat. - Bika Ambon Gula Merah
Mengganti gula pasir dengan gula merah sebagai pemanis alami memberikan warna cokelat keemasan dan rasa karamel. - Bika Ambon Pandan
Penambahan ekstrak pandan membuat kue berwarna hijau segar dan aroma yang lebih harum. - Bika Ambon Kopi
Penambahan kopi bubuk memberikan rasa pahit manis dan aroma yang kuat, cocok bagi pecinta kopi. - Bika Ambon Jahe
Jahe segar ditambahkan untuk memberikan sensasi hangat dan aroma rempah yang khas. - Bika Ambon Kismis
Taburan kismis di atas kue menambah tekstur dan rasa manis alami yang menyenangkan. - Bika Ambon Gluten-Free
Penggantian tepung terigu dengan tepung singkong atau tepung bebas gluten lainnya untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang alergi gluten.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Bika Ambon bukan hanya makanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam ekonomi dan sosial masyarakat Medan. Banyak pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengandalkan penjualan Bika Ambon sebagai sumber pendapatan utama. Bahkan, di beberapa daerah, kue ini menjadi salah satu produk unggulan yang dipromosikan dalam kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menurut wawancara dengan Ibu Sari, pemilik toko kue “Bika Ambon Sari” di Medan, “Penjualan Bika Ambon meningkat tajam saat musim liburan dan hari raya. Kami juga menerima banyak pesanan dari luar daerah yang ingin membawa oleh-oleh khas Medan.”
Pemerintah daerah pun memberikan perhatian khusus terhadap pelestarian kuliner ini, dengan mengadakan pelatihan pembuatan Bika Ambon bagi pengusaha kecil dan memfasilitasi promosi produk lokal di berbagai event kuliner nasional dan internasional.
Panduan Membuat Bika Ambon di Rumah
Bagi masyarakat yang ingin mencoba membuat Bika Ambon sendiri, berikut beberapa tips dari para ahli:
- Gunakan bahan segar: Santan segar dan telur ayam kampung sangat berpengaruh pada rasa dan tekstur kue.
- Proses fermentasi yang optimal: Biarkan adonan fermentasi selama 2-3 jam agar ragi bekerja maksimal.
- Panggang dengan suhu tepat: Oven harus diatur antara 160-180°C agar kue matang merata.
- Pemilihan loyang yang tepat: Gunakan loyang stainless steel dengan ukuran sesuai agar panas merata.
Tantangan Pelestarian dan Pengembangan
Meskipun Bika Ambon memiliki popularitas tinggi, para pelaku usaha dan pemerintah menghadapi sejumlah tantangan. Persaingan dengan produk kue modern dan kebutuhan inovasi rasa menjadi tantangan utama. Selain itu, keterbatasan bahan baku alami seperti santan segar juga menjadi kendala.
Upaya pelestarian dilakukan dengan cara mengedukasi generasi muda mengenai resep tradisional, memberikan pelatihan usaha bagi UMKM, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk Bika Ambon secara lebih luas.
Kesimpulan
Bika Ambon adalah salah satu warisan kuliner Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan ekonomi. Dengan tekstur lembut dan bersarang khas, serta berbagai variasi rasa yang menarik, kue ini terus menjadi favorit masyarakat. Melalui dukungan masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah, Bika Ambon diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikenal lebih luas lagi, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

