Bekasi, Mata4.com — Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, SMP Negeri 34 Kota Bekasi memecahkan tradisi dengan meluncurkan perpustakaan digital pertama di Kota Bekasi. Inovasi ini bukan sekadar sebuah fasilitas baru, melainkan sebuah revolusi kecil yang akan mengubah cara siswa belajar, membaca, dan mengakses ilmu pengetahuan secara radikal.
Bayangkan seorang siswa, Rina, yang selama ini harus menunggu jam sekolah atau berdesak-desakan di perpustakaan untuk mencari buku tugas. Kini, hanya dengan satu genggaman smartphone, Rina bisa membuka ribuan buku, jurnal, dan materi multimedia yang siap menunjang pelajarannya kapan saja dan di mana saja. “Saya merasa seperti punya perpustakaan pribadi yang selalu ada di saku saya,” ujar Rina dengan semangat.
Dari Perpustakaan Konvensional ke Digital: Sebuah Lompatan Besar
Kepala SMPN 34, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa peluncuran perpustakaan digital ini adalah bentuk adaptasi sekolah terhadap kebutuhan zaman yang semakin menuntut fleksibilitas dan kecepatan dalam belajar.
“Tidak bisa dipungkiri, zaman sudah berubah. Cara belajar siswa pun harus ikut berubah. Dengan perpustakaan digital, kami memberikan kemudahan bagi siswa untuk belajar mandiri dan menemukan sumber ilmu tanpa batasan ruang dan waktu,” katanya.
Lebih dari itu, perpustakaan digital ini menyediakan koleksi lengkap yang tak hanya buku pelajaran, tapi juga buku fiksi, artikel ilmiah, video pembelajaran, bahkan modul interaktif yang bisa membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Komunitas Pendidikan
Langkah berani SMPN 34 ini mendapat sambutan hangat dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Kepala Dinas Pendidikan, Siti Rahmawati, menyatakan bahwa perpustakaan digital ini merupakan pionir di Kota Bekasi yang dapat menjadi contoh bagi sekolah lain.
“Ini adalah bukti nyata bahwa inovasi di bidang pendidikan bisa dimulai dari sekolah-sekolah di kota kita. Kami berharap keberhasilan SMPN 34 bisa memicu sekolah lain untuk mengikuti jejak ini demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Siswa dan Guru Merasakan Manfaat Nyata
Para siswa yang sudah mencoba perpustakaan digital mengaku merasakan perubahan besar dalam cara mereka belajar. Anton, siswa kelas VIII, mengaku lebih mudah memahami materi karena adanya video dan kuis interaktif yang membuat belajar tak lagi membosankan.
Sementara itu, guru bahasa Indonesia, Budi Santoso, melihat perpustakaan digital sebagai alat pembelajaran yang sangat membantu dalam mengembangkan kreativitas siswa. “Kami bisa lebih leluasa memberi referensi dan mengajak siswa berdiskusi berdasarkan buku atau artikel yang mereka akses secara langsung,” ujarnya.
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Meski penuh potensi, pengembangan perpustakaan digital ini juga menghadapi tantangan, terutama dari segi infrastruktur dan kesiapan pengguna. Namun SMPN 34 berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memperluas layanan digital ini, termasuk menyediakan pelatihan literasi digital untuk siswa dan guru.
“Ini bukan hanya soal teknologi, tapi bagaimana kita membangun budaya literasi yang kuat di era digital,” tegas Kepala Sekolah.
Membuka Gerbang Literasi Digital untuk Generasi Cerdas
Peluncuran perpustakaan digital SMPN 34 bukan hanya sebuah inovasi teknologi, tapi juga sebuah harapan besar untuk membentuk generasi yang melek literasi digital, siap menghadapi tantangan global dengan bekal ilmu pengetahuan yang mudah diakses dan relevan.
Dengan perpustakaan digital ini, SMPN 34 telah membuka sebuah gerbang baru, di mana ilmu pengetahuan menjadi lebih dekat, lebih cepat, dan lebih menyenangkan untuk dijelajahi oleh setiap siswa. Inovasi ini menegaskan bahwa pendidikan masa depan bukan sekadar transfer ilmu, tapi bagaimana membangkitkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kecakapan digital di setiap generasi muda.

