Jakarta, Mata4.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa sekitar 90 persen eksportir telah menyatakan kesiapan untuk menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui optimalisasi DHE.
Airlangga menjelaskan, persoalan DHE telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan terus melakukan penyempurnaan terhadap kebijakan yang mengatur mekanisme penyimpanan DHE.

“Devisa hasil ekspor dilaporkan ke Bapak Presiden, kami sedang melakukan penyempurnaan bersama dengan BI, OJK, dan Kementerian Keuangan,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Meskipun sebagian besar eksportir telah siap, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kebijakan DHE, guna memastikan sistem berjalan transparan dan memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi nasional.
Kebijakan penyimpanan DHE di dalam negeri diharapkan dapat meningkatkan likuiditas valas, memperkuat cadangan devisa nasional, serta mendukung stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
