Jakarta, Mata4com — Seorang pedagang siomay menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang diduga disebabkan oleh pengendara motor yang tidak fokus saat berkendara di Jalan M. Saidi Raya, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.01 WIB. Korban yang sehari-hari berjualan di sekitar Masjid Biru Nurul Hidayat mengaku ditabrak oleh seorang pengendara motor yang diduga sedang menggunakan ponsel saat mengemudikan kendaraannya.
“Korban mengaku ditabrak oleh seorang pemotor yang diduga tidak fokus karena bermain ponsel saat berkendara,” demikian keterangan yang disampaikan keluarga korban.
Akibat kejadian itu, gerobak siomay milik korban mengalami kerusakan cukup parah. Kaca gerobak dilaporkan pecah dan sebagian dagangan tumpah ke badan jalan akibat benturan yang terjadi.
Tidak hanya mengalami kerugian materi, korban juga mengalami memar pada bagian dada setelah terdampak benturan saat kecelakaan berlangsung.
“Kaca gerobak pecah, dagangan tumpah ke jalan, dan korban mengalami memar di bagian dada akibat benturan,” ujar pihak keluarga korban.
Yang disayangkan, usai insiden tersebut pengendara motor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan tidak berhenti untuk memberikan pertolongan maupun mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku disebut langsung meninggalkan lokasi kejadian.
“Setelah kejadian, pengendara motor tersebut diduga langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertanggungjawaban,” lanjut keterangan keluarga korban.
Pihak keluarga korban berharap pengendara yang terlibat dalam kecelakaan tersebut memiliki itikad baik untuk menemui korban dan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan.
“Kami berharap pelaku memiliki itikad baik untuk menemui korban dan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan,” kata keluarga korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk tetap fokus saat berkendara dan tidak menggunakan telepon genggam di jalan. Selain dapat membahayakan keselamatan diri sendiri, tindakan tersebut juga berisiko mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
