Bekasi, Mata4com – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bekasi terus menggencarkan upaya membumikan olahraga tradisional kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan latihan bersama yang digelar di Hutan Kota, Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, Minggu (7/6/2026).
Sekretaris KORMI Kota Bekasi, Dinal Saputra, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin yang tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga mengenalkan berbagai induk organisasi olahraga (inorga) kepada masyarakat luas.
“Olahraga ketapel saat ini sudah masuk dalam Perkumpulan Ketapel Indonesia (Perkatin) sebagai salah satu inorga di KORMI Kota Bekasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin mengenalkan dan membumikan olahraga tradisional kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, konsep kegiatan dikemas santai namun tetap kompetitif. Selain latihan bersama, peserta juga mengikuti lomba ketapel yang diikuti berbagai kalangan.
“Kegiatan ini santai, tapi tetap ada unsur kompetisinya. Jadi masyarakat bisa berolahraga sekaligus merasakan keseruan lomba,” tambahnya.
Dinal juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat KORMI Kota Bekasi akan berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk menggelar Festival Olahraga Masyarakat pada Juli 2026 mendatang. Festival tersebut merupakan penyelenggaraan tingkat kota yang telah memasuki tahun kelima.
“Ini akan menjadi ajang besar untuk memperkenalkan berbagai inorga kepada masyarakat. Target kami sesuai AD/ART KORMI, yakni terus membumikan olahraga masyarakat agar warga Kota Bekasi sehat dan bugar menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan dari SCF, Endang A, menjelaskan bahwa lomba ketapel dalam kegiatan ini dibagi menjadi dua kategori, yakni anak-anak dan dewasa.
“Kami menggelar lomba ketapel ketangkasan dengan sistem penilaian multiskor atau kalkulasi poin, dari target terkecil hingga terbesar secara berurutan,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara KORMI, SBK, SCF, serta komunitas lempar pisau. Selain sebagai ajang rekreasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan atlet usia dini.
“Target kami adalah pembinaan anak-anak, apalagi menjelang ajang Forkot dan Fornas. Ini juga bagian dari pencarian bibit atlet olahraga tradisional,” tambah Endang.
Untuk meningkatkan antusiasme peserta, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik, mulai dari piala, medali, piagam penghargaan hingga souvenir. Menariknya, seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis tanpa biaya pendaftaran.
Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, KORMI Kota Bekasi berharap olahraga tradisional tidak hanya dikenal, tetapi juga diminati oleh generasi muda sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus pelestarian budaya bangsa.
