Bekasi, Mata4com – Dalam rangka memperingati Hari Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) ke-118, kegiatan sosialisasi lelang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Minggu (7/6).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pejabat Lelang Kelas II, H. Ade Ardiansyah, yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami mekanisme lelang, khususnya lelang non-eksekusi.
H. Ade Ardiansyah menjelaskan bahwa dirinya sebagai Pejabat Lelang Kelas II berfokus pada pelaksanaan lelang non-eksekusi, yaitu lelang yang tidak berkaitan dengan penetapan hukum atau penyitaan negara. “Saya menangani lelang non-eksekusi, bukan aset negara. Ini lebih kepada barang milik pribadi, badan usaha, hingga BUMN yang dilelang secara sukarela,” ujarnya.
Menurutnya, lelang merupakan salah satu bentuk transaksi yang sah selain jual beli pada umumnya. Perbedaannya terletak pada mekanisme dan legalitasnya.
“Dalam lelang, pemenang ditentukan dari penawaran harga tertinggi dan dituangkan dalam risalah lelang yang memiliki kekuatan hukum,” jelasnya.
Secara umum, lelang non-eksekusi adalah penjualan barang yang dilakukan atas permintaan pemilik tanpa adanya proses hukum, baik itu milik perorangan maupun badan usaha. Bahkan, jenis lelang ini mencakup lelang sukarela atas barang milik pribadi atau perusahaan yang ingin menjual asetnya secara terbuka.
H. Ade juga menegaskan bahwa lelang bersifat terbuka untuk umum. Siapa saja dapat ikut serta selama memenuhi persyaratan yang ditentukan. Wilayah kerjanya mencakup Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Subang.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan capaian kinerja lelang yang telah diraih. “Saat ini realisasi lelang sudah mencapai sekitar Rp85 miliar dari target tahunan sebesar Rp500 miliar,” ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya melalui edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat seperti yang dilakukan di CFD. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa lelang bisa menjadi alternatif transaksi yang aman, transparan, dan menguntungkan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin masyarakat lebih mengenal lelang. Bahwa lelang bukan hanya soal barang sitaan, tapi juga bisa menjadi pilihan jual beli yang terbuka dan terpercaya,” tambahnya.
Sebagai putra daerah Bekasi, H. Ade Ardiansyah berharap kesadaran masyarakat terhadap lelang terus meningkat, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus optimalisasi potensi transaksi di daerah.
Peringatan Hari Lelang ke-118 ini juga menjadi momentum bagi DJKN untuk terus bertransformasi dan memperluas pemahaman publik tentang sistem lelang yang modern, transparan, dan inklusif.
