Jakarta, Mata4com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan proses pembersihan tumpukan sampah yang menumpuk di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, hampir selesai. Hingga Sabtu (6/6/2026), progres pembersihan dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan kegiatan pembersihan telah berlangsung sejak Rabu (3/6/2026) dengan melibatkan ratusan personel dan sejumlah alat berat pendukung.
“Sampai sekarang progresnya kira-kira sudah sekitar 85 persen sampai 90 persen. Dan kami pastikan bahwa per Sabtu sore, seluruh sampah yang ada di delta tersebut sudah akan hilang,” kata Afan.
Dalam proses pembersihan tersebut, Pemprov DKI mengerahkan sekitar 100 petugas, dua unit ekskavator amfibi, serta tiga kapal pengangkut sampah untuk mengangkut timbunan sampah yang memenuhi area pesisir.
“Total ada 100 petugas. Kemudian kita menggunakan dua amfibi ekskavator. Kemudian juga kita menggunakan tiga kapal untuk mengangkut sampah-sampah tadi. Dan itu kita secara total bekerja mulai dari Rabu sampai Sabtu sore,” ujarnya.
Meski pembersihan hampir rampung, Pemprov DKI mengakui masih menghadapi tantangan berupa sampah kiriman dari wilayah hulu yang terus mengalir menuju kawasan pesisir. Untuk mengatasi hal tersebut, upaya pencegahan juga dilakukan dengan memaksimalkan fungsi sekat dan saringan sampah di sejumlah titik aliran air.
“Tantangan terbesarnya yang pasti adalah sampah yang selalu hadir. Selalu datang dari arah hulu,” jelas Afan.
Setelah seluruh proses pembersihan selesai, Pemprov DKI berencana melakukan inspeksi dan pengawasan secara berkala guna memastikan kawasan Muara Angke tetap terjaga kebersihannya dan tidak kembali dipenuhi sampah.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah ke saluran air, sungai, waduk, situ, maupun embung karena dampaknya akan kembali dirasakan oleh masyarakat sendiri.
“Kepada warga kami berharap agar tidak lagi membuang sampah ke badan air. Baik ke saluran, ke kali, waduk, situ ataupun embung. Bukan apa-apa, yang mengalami kerugian adalah kita sendiri,” tutupnya.
