Bekasi, Mata4com – Rapat Kerja (Raker) Sahabat MUI yang digelar di Asrama Haji Kota Bekasi menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus menyusun program kerja yang terarah dalam mendukung pembangunan daerah, Rabu (15/7).
Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan langkah nyata melalui kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan sosial di Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam sambutannya menyoroti sejumlah tantangan yang tengah dihadapi, di antaranya maraknya praktik perjudian, terutama di wilayah Bekasi Utara. Selain itu, ia juga menyinggung persoalan sosial lain yang memerlukan perhatian bersama, termasuk fenomena LGBT yang menurut data mencapai sekitar 6.000 orang di wilayah Bekasi Selatan.
Tri mengajak Sahabat MUI untuk mengambil peran aktif dalam melakukan pembinaan dan pendekatan kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Sahabat MUI memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bekasi yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, lima komponen anak bangsa di Kota Bekasi harus bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara bertahap melalui semangat gotong royong dan kolaborasi.
Di sektor pendidikan, Tri mengungkapkan masih adanya keterbatasan ruang belajar di sekolah negeri, dengan jumlah siswa dalam satu kelas mencapai sekitar 40 orang. Di sisi lain, banyak sekolah swasta memiliki tenaga pendidik yang memadai namun kekurangan peserta didik.
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan keseimbangan dan kerja sama antara sekolah negeri dan swasta agar tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai secara optimal.
Pemerintah Kota Bekasi juga terus mendorong program pendidikan sepanjang hayat, salah satunya melalui Sekolah Lansia dengan jenjang pendidikan setara S1 hingga S3. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat lanjut usia untuk tetap aktif, produktif, dan berdaya.
Selain itu, Tri turut mengungkapkan rencana pembangunan 12 sekolah khusus disabilitas di Kota Bekasi. Rencana tersebut telah dibahas bersama DPRD Kota Bekasi dan diharapkan mendapat dukungan luas agar akses pendidikan inklusif dapat semakin merata.
Melalui Raker Sahabat MUI ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kota Bekasi yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.
