Jakarta, Mata4.com — Seorang staf muda di Kementerian Pertanian (Kementan) diduga melakukan praktik pemalakan terhadap petani penerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dugaan tersebut terungkap setelah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menindaklanjuti laporan masyarakat melalui kanal pengaduan resmi “Lapor Pak Amran”.
Dalam konferensi pers pada Jumat (28/11/2025), Mentan Amran menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak melakukan pemeriksaan setelah menerima laporan terkait tindakan oknum tersebut.
Staf Diduga Minta Uang ke Petani Penerima Bantuan
Menurut laporan yang diterima Kementan, staf tersebut diduga meminta sejumlah uang kepada petani sebagai syarat pencairan atau pemberian bantuan alsintan. Praktik tersebut jelas melanggar aturan dan merugikan penerima manfaat.
Mentan Amran menegaskan bahwa oknum itu kini telah diberhentikan sementara dari jabatannya untuk memudahkan proses pemeriksaan.
“Ada pegawai kementerian. Ya? Diberhentikan dulu. Terbukti, ya apa boleh buat. Dan kami, Satgas langsung tindak lanjuti, kalau perlu bawa periksa hari ini,” ujar Amran.

Satgas Kementan Turun Tangan
Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementan segera melakukan penelusuran berdasarkan laporan masyarakat. Pemeriksaan internal dilakukan untuk memastikan fakta, mengumpulkan bukti, serta menentukan langkah penindakan yang sesuai prosedur.
Kementan menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan secara profesional dan transparan.
Komitmen Bersih-Bersih Kementan
Mentan Amran kembali menegaskan komitmen untuk membersihkan praktik-praktik penyimpangan di lingkungan Kementan. Ia meminta seluruh aparatur kementerian menjalankan tugas sesuai aturan dan tidak menyalahgunakan posisi untuk keuntungan pribadi.
“Kami tidak mentolerir tindakan seperti ini. Program bantuan pemerintah harus benar-benar dirasakan petani,” katanya.
Petani Diminta Aktif Melapor
Kementan juga mengimbau para petani dan masyarakat untuk melaporkan jika mengalami tindakan serupa. Kanal “Lapor Pak Amran” akan terus dioptimalkan sebagai sarana pengawasan publik.
