Bekasi, Mata4com — Pendapatan Samsat Kabupaten Bekasi tercatat mencapai Rp7.189.321.400 berdasarkan pembaruan harian yang diunggah melalui akun resmi Instagram @samsatkabupatenbekasi pada 6 Mei 2026.
Capaian tersebut ditopang oleh beberapa komponen utama, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp2.631.585.500 dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp2.524.275.800. Selain itu, terdapat kontribusi dari Opsen Kabupaten sebesar Rp2.029.946.200, serta Pajak Air Permukaan sebesar Rp3.513.900. Terdapat kontribusi untuk Opsen.
Opsen Kabupaten merupakan bagian dari skema pembagian penerimaan pajak kendaraan bermotor antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Artinya, opsen bukan sumber pendapatan baru yang berdiri sendiri, melainkan porsi yang diterima daerah dari pajak yang telah dipungut dalam sistem Samsat. Penjelasan ini penting agar masyarakat tidak salah memahami bahwa seluruh angka tersebut merupakan tambahan pendapatan baru di luar pajak utama, dan itu Porsi yang diterima masing-masing daerah.
Rincian penerimaan PKB menunjukkan dominasi Samsat Induk dengan capaian Rp1.852.815.500. Disusul Samsat Gendong Rp278.126.500, Outlet Tambun Rp253.636.800, Outlet Babelan Rp114.880.200, Outlet Cibarusah Rp80.659.700, serta Samsat MPP Rp51.466.800. Adapun layanan Samsat Keliling merupakan bagian dari sistem pelayanan terintegrasi dalam penerimaan PKB.
Di sisi pelayanan, Samsat Kabupaten Bekasi terus melakukan pembenahan dengan memperluas titik layanan, termasuk menghadirkan layanan keliling dan outlet di sejumlah lokasi strategis guna mengurangi antrean serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Staf Pelayanan Bapenda Kabupaten Bekasi, Cecep, menyampaikan bahwa peningkatan layanan menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
“Targetnya ada peningkatan di setiap tahunnya, baik dari sisi pelayanan maupun pendapatan,” ujarnya.
Pantauan di kantor Samsat Induk Cikarang menunjukkan pelayanan yang lebih tertib dengan alur yang terorganisir. Fasilitas pendukung juga terus ditingkatkan untuk mempercepat proses administrasi wajib pajak.
Meski demikian, sejumlah catatan masih muncul dari masyarakat. Ferdi, warga Cikarang Selatan, menilai pelayanan sudah lebih cepat, namun aspek sikap petugas masih perlu ditingkatkan.
“Pelayanannya cepat. Untuk informasi pendaftaran jelas jika datang langsung. Saya pernah mencoba layanan online, kemungkinan karena kendala jaringan. Secara umum akses sekarang lebih mudah dan antrean juga berkurang,” ungkapnya.
Dengan capaian pendapatan yang meningkat dan perluasan layanan yang terus dilakukan, Samsat Kabupaten Bekasi dinilai masih memiliki ruang evaluasi, terutama dalam memastikan pemerataan efektivitas layanan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan yang tersedia dan memastikan kelengkapan dokumen sebelum datang ke lokasi guna mempercepat proses administrasi.
