Bekasi, Mata4com — Musyawarah Kota (Mukota) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi tahun 2026 resmi digelar sebagai bagian dari agenda organisasi menyusul berakhirnya masa kepengurusan periode sebelumnya.
Ketua Organizing Committee (OC) Mukota, Aji Ali Syahbana, menyampaikan bahwa pelaksanaan Mukota telah melalui sejumlah tahapan sejak April 2026, mulai dari proses pengumuman hingga pendaftaran bakal calon ketua melalui mekanisme resmi.
“Seluruh tahapan sudah dilalui sesuai ketentuan, termasuk proses pendaftaran bakal calon melalui pengumuman dan surat resmi,” ujarnya.
Mukota KADIN Kota Bekasi 2026 menjadi momentum penting untuk menentukan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi lebih adaptif di tengah tantangan ekonomi global.
Aji berharap ketua terpilih nantinya dapat merangkul seluruh pelaku usaha serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bekasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semoga kepemimpinan ke depan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pengusaha dan pemerintah, sehingga memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti kondisi geopolitik global yang saat ini turut memengaruhi stabilitas ekonomi. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dinilai berdampak terhadap berbagai sektor, termasuk lonjakan harga minyak dunia yang memicu gejolak ekonomi global.
Kondisi tersebut berimbas langsung pada dunia industri dan usaha di dalam negeri. Sejumlah perusahaan bahkan terpaksa melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja, demi menjaga keberlangsungan usaha.
“Dunia usaha saat ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak perusahaan menghadapi tekanan berat untuk bertahan, bahkan ada yang harus melakukan PHK,” ungkapnya.
Untuk itu, KADIN diharapkan dapat mengambil langkah strategis guna membantu pelaku usaha tetap bertahan, termasuk mendorong kemudahan perizinan serta akses pembiayaan bagi pengusaha.
Melalui Mukota ini, KADIN Kota Bekasi diharapkan mampu memperkuat peran sebagai wadah strategis bagi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
