Jakarta, Mata4.com – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, meminta pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa percepatan sangat penting mengingat masih ada sejumlah wilayah yang hingga kini terisolasi.
“Pemulihan infrastruktur harus menjadi prioritas utama, karena tanpa akses fisik dan komunikasi, seluruh sistem penanganan darurat praktis lumpuh,” ujar Iwan di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Iwan menyoroti kerusakan jalan serta jembatan yang menyebabkan proses evakuasi terhambat dan memperlambat layanan medis darurat. Ia menyebut persoalan teknis tersebut dapat mengancam keselamatan warga, sehingga kementerian dan lembaga terkait bersama pemerintah daerah harus mempercepat pemulihan akses vital.
Laporan yang diterimanya menunjukkan kerusakan signifikan pada fasilitas pendidikan, kesehatan, jalan provinsi dan nasional, hingga jembatan penghubung antardaerah. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap infrastruktur terdampak serta menetapkan pola koordinasi lintas lembaga dalam status kedaruratan.
“Segera aktifkan tim rekonstruksi darurat agar akses darat dan komunikasi dapat dibuka dengan segera,” tegasnya.
Sebelumnya, BNPB merilis data terbaru mengenai korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Total korban jiwa hingga Sabtu (6/12/2025) mencapai 883 orang, sementara 520 orang lainnya masih hilang.

Rincian korban meninggal berdasarkan daerah:
- Kabupaten Agam: 171 orang
- Aceh Utara: 124 orang
- Tapanuli Tengah: 89 orang
- Tapanuli Selatan: 84 orang
- Kota Sibolga: 52 orang
- Aceh Tamiang: 48 orang
- Aceh Timur: 41 orang
- Tapanuli Utara: 34 orang
- Kabupaten Bener Meriah: 34 orang
- Pidie Jaya: 27 orang
- Aceh Tengah: 22 orang
- Padang Pariaman: 21 orang
- Bireuen: 20 orang
- Kota Padang Panjang: 19 orang
- Deli Serdang: 17 orang
- Aceh Tenggara: 13 orang
- Kota Medan: 12 orang
- Kota Padang: 11 orang
- Langkat: 11 orang
- Humbang Hasundutan: 9 orang
- Kota Langsa: 5 orang
- Kota Lhokseumawe: 4 orang
- Pasaman Barat: 4 orang
- Gayo Lues: 4 orang
Data kerusakan infrastruktur:
- Rumah: 121.500 unit
- Fasilitas umum: 1.100 unit
- Fasilitas kesehatan: 270 unit
- Fasilitas pendidikan: 509 unit
- Rumah ibadah: 338 unit
- Gedung/kantor: 221 unit
- Jembatan: 405 unit
BPBD bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan langkah pemulihan darurat. DPR menegaskan bahwa percepatan pembukaan akses darat dan pemulihan komunikasi menjadi kunci utama agar proses evakuasi, distribusi bantuan, dan penyelamatan korban dapat berjalan lebih efektif.
