Bekasi, Mata4com — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bekasi menilai kondisi ekonomi saat ini masih relatif stabil. Meski demikian, pelaku usaha diminta tidak lengah dan terus meningkatkan kualitas diri serta produk guna menghadapi persaingan yang semakin dinamis.
Ketua Umum HIPMI Kota Bekasi, Farah Rizky, menegaskan bahwa tantangan ekonomi menuntut pengusaha lebih adaptif. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci agar usaha tetap bertahan dan berkembang.
“Pelaku usaha harus mampu membaca peluang sekaligus mengevaluasi kekurangan, baik dari sisi pengetahuan, strategi pemasaran, maupun kualitas produk. Adaptasi menjadi hal mutlak di tengah perubahan ekonomi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian agenda organisasi yang digelar selama dua hari, meliputi Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab), Forum Bisnis Cabang (Forbiscab), serta Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-III HIPMI Kota Bekasi.
Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kolaborasi dengan HIPMI, khususnya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.
“Pemkot Bekasi siap bersinergi untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat, termasuk mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM,” kata Tri.
Sebagai bentuk konkret kolaborasi, HIPMI Kota Bekasi juga menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Bekasi. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat sistem usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Farah menambahkan, agenda tersebut merupakan bagian dari program wajib organisasi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Selain itu, forum bisnis yang digelar turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah maupun sektor swasta.
Dari sisi internal, HIPMI Kota Bekasi mencatat peningkatan jumlah anggota dan pengurus yang cukup signifikan, dari 65 orang menjadi 102 orang. Hal ini dinilai sebagai indikator meningkatnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia usaha.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum HIPMI Kota Bekasi, Temi Hermanto, menyebut kondisi ekonomi nasional masih dalam kategori terkendali. Ia merujuk pada pandangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap solid.
“Secara umum, aktivitas usaha di Kota Bekasi masih berjalan normal. Kenaikan harga BBM belum berdampak signifikan terhadap operasional usaha,” ujarnya.
Meski demikian, Temi mengakui adanya kenaikan harga pada sejumlah produk, terutama di sektor UMKM. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum mengganggu stabilitas usaha secara keseluruhan.
HIPMI Kota Bekasi menegaskan, peningkatan kualitas produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi strategi utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika ekonomi. Dengan langkah tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas.
