Indramayu, Mata4.com — Kasus kematian tragis yang menimpa satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih menyisakan duka yang mendalam sekaligus misteri yang belum terpecahkan. Lima jenazah ditemukan terkubur dalam satu liang di halaman rumah mereka sendiri. Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan memicu keprihatinan nasional atas potensi kekerasan dalam lingkungan keluarga.
Awal Mula Penemuan: Bau Menyengat dan Rumah yang Tertutup
Peristiwa bermula saat warga sekitar curiga karena rumah milik Sahroni (70) tampak sepi dan terkunci selama beberapa hari. Kondisi ini diperparah oleh bau tak sedap yang mulai tercium dari arah rumah tersebut.
Kecurigaan warga dilaporkan ke aparat setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggalian di halaman belakang rumah, ditemukan lima jenazah terkubur dalam satu liang yang diduga sudah berada di sana selama beberapa hari.
Kondisi jenazah yang mulai membusuk mengindikasikan bahwa para korban telah meninggal lebih dari satu hari sebelum ditemukan. Tim identifikasi dan forensik dari Polres Indramayu segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Identitas Para Korban
Polisi mengonfirmasi bahwa kelima korban adalah anggota satu keluarga, terdiri dari:
- Sahroni (70), kepala keluarga
- Budi (43), anak Sahroni
- Euis (37), istri Budi
- Ratu (7), anak pasangan Budi dan Euis
- Seorang bayi laki-laki, diperkirakan berusia 8 bulan
Kondisi jenazah saat ditemukan menimbulkan kecurigaan kuat bahwa kematian mereka bukan akibat sebab alami. Lubang tempat mereka dikuburkan berada tepat di bawah pohon nangka di halaman belakang, dan proses penguburan diduga dilakukan secara tergesa-gesa.
Penyelidikan Berlapis: Polisi Gandeng Puslabfor Mabes Polri
Kepolisian Resor Indramayu dibantu Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dan Inafis Polda Jawa Barat melakukan olah TKP secara menyeluruh pada 3–4 September 2025.
Penyidik mengumpulkan sejumlah barang bukti dari dalam dan sekitar rumah, termasuk:
- Jejak kaki di sekitar lokasi penguburan
- Sidik jari dari barang-barang milik korban
- Perangkat komunikasi (telepon genggam)
- Alat gali sederhana
Pihak kepolisian juga telah melakukan autopsi terhadap semua jenazah di RS Bhayangkara Losarang untuk mengetahui penyebab pasti kematian, apakah karena kekerasan fisik, racun, atau penyebab lainnya.
“Kami sudah periksa beberapa saksi. Semua petunjuk masih kami pelajari secara komprehensif. Dugaan kuat saat ini adalah pembunuhan, namun motif dan pelaku belum dapat kami ungkapkan ke publik,” ujar AKBP M. Fahri Siregar, Kapolres Indramayu.
Keluarga Besar Minta Keadilan, Warga Terpukul
Salah satu kerabat korban, Niko Hadimulya, mengaku terpukul atas tragedi ini. Ia menuturkan bahwa tidak ada pertanda sebelumnya yang mengindikasikan bahwa keluarga Sahroni memiliki masalah atau konflik.
“Kami sangat kehilangan. Semuanya baik. Kami hanya berharap pelakunya segera tertangkap dan dihukum seadil-adilnya,” kata Niko kepada media.
Prosesi pemakaman kelima korban dilakukan secara bersama pada Rabu (3/9/2025) di pemakaman umum Desa Sindang. Ratusan warga turut hadir mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir. Tangis pecah saat jenazah anak-anak diturunkan ke liang lahat.
“Kami belum pernah melihat kasus seperti ini di lingkungan kami. Ini benar-benar tragis dan membuat kami semua takut dan sedih,” ujar seorang tetangga korban.
Belum Ada Tersangka, Polisi Imbau Tak Berspekulasi
Pihak kepolisian hingga kini belum menetapkan tersangka. Penyidikan terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan sekitar, termasuk mereka yang terakhir diketahui berinteraksi dengan keluarga korban.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi tidak resmi yang berseliweran di media sosial. Ia menegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan dan meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelidikan kepada aparat penegak hukum.
“Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secara profesional. Kami minta masyarakat menahan diri dan tidak menyebar hoaks,” tegas Kapolres.
Analisis Awal: Dugaan Pembunuhan Terencana?
Meski belum diumumkan secara resmi, sejumlah pakar hukum pidana dan forensik menyebut bahwa pola penemuan jenazah dan kondisi di TKP mengarah pada dugaan pembunuhan berencana. Hal ini diperkuat oleh:
- Jumlah korban yang cukup banyak
- Lokasi penguburan yang tersembunyi
- Tidak adanya laporan kehilangan dari keluarga korban
- Rumah yang dikunci rapat dan terkesan sengaja ditinggalkan
Namun, para ahli juga menekankan pentingnya menunggu hasil resmi dari autopsi dan olah TKP sebelum menyimpulkan motif atau pelaku.
Penutup: Harapan Akan Terungkapnya Kebenaran
Tragedi kematian sekeluarga di Indramayu bukan hanya menjadi perhatian warga setempat, tetapi juga masyarakat luas. Banyak pihak mendesak agar kepolisian segera mengungkap motif dan pelaku di balik kejadian ini.
Kasus ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga dan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, bahkan di lingkungan terdekat.

