Jakarta, Mata4.com – Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan, menegaskan pentingnya pendampingan tenaga ahli kesehatan dalam setiap rantai penyediaan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga:
smpn 34 luncurkan perpustakaan digital pertama di kota bekasi
Menurutnya, keterlibatan ahli gizi atau tenaga kesehatan diperlukan sejak awal proses hingga makanan sampai ke peserta didik. Hal ini mencakup pemilihan bahan baku, pengolahan di dapur, hingga distribusi makanan ke sekolah.
“Ke depan kita berharap satu dapur atau satu mitra vendor untuk supply makanan ke sekolah, khususnya segmen prioritas, harus didampingi oleh ahli kesehatan,” kata Hermawan kepada Inilah.com, Kamis (2/10/2025).

Hermawan menekankan bahwa tujuan utama program MBG tidak hanya sebatas memberikan makan agar kenyang, tetapi juga memastikan asupan bergizi sebagai investasi jangka panjang bagi generasi Indonesia.
“Itu dimulai dari bahan baku, bahan mentah kemudian proses pengolahan di dapur sampai distribusi,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar program MBG tidak dipersempit sebagai proyek pembagian makanan semata. Menurutnya, narasi besar yang harus dibangun adalah MBG sebagai investasi kesehatan masyarakat.
“Mudah-mudahan MBG tidak dijadikan sekadar proyek pemberian makan, tetapi investasi program makan bergizi untuk kesehatan masyarakat Indonesia. Itu tagline yang lebih tepat,” tegasnya.
Pernyataan IAKMI ini sekaligus menjadi catatan penting bagi pemerintah dan penyelenggara program MBG agar kualitas, higienitas, dan kandungan gizi makanan tetap terjamin, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan generasi penerus bangsa.
