Bekasi, Maba4com – Pelaksana Tugas Ketua PSSI Kota Bekasi, Kamaludin, menegaskan pentingnya dukungan penuh dalam penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa sebagai wadah pembinaan sepak bola usia dini.
Menurutnya, kompetisi ini tidak sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadi sarana pelatihan dan pengembangan kemampuan pemain muda sejak usia dini. “Kami fokus pada pembinaan. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar anak-anak bisa berkembang optimal,” ujarnya.
Liga yang diselenggarakan oleh PSSI Kota Bekasi ini diikuti sebanyak 27 tim kelompok usia 10 tahun. Dari jumlah tersebut, enam tim terbaik akan lolos ke tingkat Provinsi Jawa Barat untuk melanjutkan persaingan.
Turnamen ini menjadi edisi perdana Piala Jabar Istimewa, yang diharapkan mampu menjaring bibit-bibit unggul dari berbagai daerah. Direktur Kompetisi Usia Muda PSSI Jawa Barat, Amung Sutisna, menyampaikan bahwa liga ini juga digelar hingga ke desa-desa sebagai bagian dari strategi pencarian talenta sekaligus mendorong sinergi dengan pelaku UMKM lokal.
“Liga ini bukan hanya soal kompetisi, tapi bagaimana bakat anak-anak tersalurkan dengan baik. Dampaknya juga positif, mereka jadi lebih produktif dibanding hanya bermain gadget,” katanya.

Sebanyak 32 tim dari berbagai wilayah seperti Purwakarta, Karawang, Subang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi dijadwalkan mengikuti rangkaian turnamen ini. Nantinya, enam tim terbaik dari setiap regional akan kembali disaring untuk melaju ke tahap berikutnya.
Kamaludin juga menekankan bahwa prestasi juara bukan tujuan utama. “Juara itu bonus. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak memahami cara bermain sepak bola yang baik dan benar,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bekasi selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pemain berbakat yang mampu menembus tim nasional Indonesia. Melalui Liga Jabar Istimewa, diharapkan lahir kembali talenta-talenta baru yang bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa.
