Bekasi, Mata4com – Pihak sekolah SMPN /\ Kota Bekasi akhirnya angkat bicara terkait beredarnya video viral di media sosial yang diduga melibatkan salah satu siswanya. Video tersebut ramai diperbincangkan publik setelah diunggah akun “Cerita Bekasi” dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah remaja yang diduga pelajar hendak terlibat aksi tawuran dengan menggunakan senjata tajam, dan salah satunya diakui sekolah merupakan siswanya inisial ZG. Aksi tersebut sontak menuai kecaman karena dinilai membahayakan dan meresahkan masyarakat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN /\, Imas Cucun, didampingi wali kelas, Muhammad Syukron, membenarkan bahwa salah satu siswa mereka muncul dalam video tersebut. Siswa yang bersangkutan diketahui merupakan pelajar kelas 8.
“Memang anak tersebut sering tidak hadir di sekolah dengan berbagai alasan izin,” ujar Imas saat dikonfirmasi, Jumat (8/5).
Menurut pihak sekolah, orang tua siswa sebenarnya telah mengetahui keberadaan video tersebut sejak sekitar dua bulan lalu. Sementara itu, akun media sosial yang mengunggah video dipastikan bukan milik pihak sekolah.
Imas menegaskan, kejadian ini menjadi tantangan serius dalam proses pembinaan siswa, terutama ketika berada di luar lingkungan sekolah yang berada di luar jangkauan pengawasan guru.
“Kami merasa kesulitan untuk mendidik dan mengawasi siswa ketika berada di luar sekolah,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswa tersebut kerap menghabiskan waktu di luar rumah, termasuk di lokasi tongkrongan yang berada di rumah seorang siswa lainnya inisial LF, di wilayah perbatasan Cipendawa dan Markan, Rawalumbu Kota Bekasi.
Sebagai langkah penanganan, pihak sekolah telah memanggil orang tua siswa dan meminta dibuatkan surat pernyataan. Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa apabila kejadian serupa terulang, maka tanggung jawab pembinaan sepenuhnya akan diserahkan kepada orang tua untuk dilakukan di lingkungan keluarga.
Pihak sekolah berharap adanya sinergi antara orang tua, sekolah, dan lingkungan masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas remaja di luar jam sekolah dinilai menjadi kunci penting dalam menekan potensi kenakalan remaja yang berujung pada tindakan berbahaya.
