Bekasi, Mata4com — Sebuah mobil Honda Brio merah menjadi sasaran amukan massa setelah diduga melakukan tabrak lari terhadap pengendara motor di kawasan Grand Kamala Lagoon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (31/5/2026) malam.
Berdasarkan keterangan polisi, insiden bermula saat pengemudi berinisial MI bersama seorang perempuan yang identitasnya belum diketahui berada di dalam mobil yang terparkir di kawasan Ruko Sentra Bisnis 3, Bekasi Selatan. Saat itu, petugas keamanan mendatangi kendaraan tersebut untuk melakukan pemeriksaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, menjelaskan bahwa petugas keamanan mencurigai pengemudi dan penumpang kendaraan tersebut.
“Saat hendak melakukan perbuatan tidak senonoh atau mesum, tidak lama kemudian datang sekuriti melakukan pengecekan terhadap kendaraan tersebut,” ujar Rojali.
Diduga panik saat dilakukan pemeriksaan, pengemudi Honda Brio langsung melarikan diri dari lokasi. Dalam upaya kabur tersebut, kendaraan sempat menabrak tiang kaca di area ruko sebelum melaju menuju kawasan Lagoon.
“Pada saat melarikan diri, kendaraan sempat menabrak tiang kaca di area ruko dan melarikan diri ke arah Lagoon,” kata Rojali.
Dalam pelariannya, mobil tersebut juga diduga menyenggol seorang pengendara sepeda motor yang identitasnya belum diketahui. Peristiwa itu memicu pengejaran oleh sejumlah pengendara lain, termasuk salah satu korban yang kendaraannya turut terdampak.
Setelah berhasil dihentikan di kawasan Grand Kamala Lagoon, kendaraan tersebut langsung dikepung warga dan pengguna jalan yang geram. Massa kemudian meluapkan emosi dengan merusak mobil hingga mengalami kerusakan cukup parah.
“Setelah berhasil dihentikan di kawasan Lagoon, mobil tersebut menjadi sasaran amukan massa,” ungkap Rojali.
Video kejadian tersebut kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat kaca depan, kaca belakang, dan kaca samping kendaraan pecah. Sejumlah bagian bodi mobil juga mengalami kerusakan akibat aksi massa yang emosi terhadap pengemudi.
Meski demikian, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pihak kepolisian menyebut kerugian yang ditimbulkan hanya berupa kerusakan material.
“Hanya kerugian material,” tegas Rojali.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa yang terjadi serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
