Bekasi, Mata4.com – Tobias Lütke atau yang lebih dikenal dengan nama Tobi Lutke merupakan salah satu sosok berpengaruh di dunia teknologi dan e-commerce global. Selain dikenal sebagai pendiri Shopify, ia juga mengejutkan publik dengan kiprahnya sebagai pembalap mobil profesional di Amerika Utara. Kombinasi antara jiwa programmer, pebisnis visioner, dan atlet balap membuat perjalanan hidupnya unik dan inspiratif.
Biodata Lengkap Tobi Lutke
Nama lengkap: Tobias Lütke
Nama panggilan: Tobi Lutke
Tempat, tanggal lahir: Koblenz, Jerman Barat, 1980
Pasangan: Fiona McKean
Anak: 3
Media sosial: @tobi (Instagram dan X), Tobias Lütke (LinkedIn)
Pendidikan: –
Pekerjaan: Founder Shopify & Pembalap
Masa Kecil dan Awal Ketertarikan pada Dunia Teknologi
Tobi Lütke lahir dan besar di Koblenz, Rhineland-Palatinate, Jerman. Ketertarikannya terhadap dunia komputer dimulai sejak usia muda ketika orang tuanya menghadiahkan komputer Schneider CPC. Sejak saat itu, komputer bukan sekadar hobi baginya. Ia terbiasa menulis ulang kode dari game yang dimainkannya, memodifikasi perangkat keras, hingga mengeksplorasi cara kerja software.
Minatnya begitu besar hingga pada usia sekolah menengah (kelas sepuluh), ia memutuskan berhenti sekolah formal. Tobi memilih mengikuti program magang di Carl-Benz-School untuk mendalami dunia pemrograman secara langsung. Langkah ini justru menjadi fondasi kuat yang membangun kariernya di kemudian hari.
Pindah ke Kanada dan Awal Membangun Shopify
Pada tahun 2003, Tobi memutuskan pindah ke Kanada. Ia kemudian menikah dengan diplomat Kanada, Fiona McKean, dan saat ini memiliki tiga anak.
Tahun 2004 menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Ia bertemu dengan Daniel Weinand dan Scott Lake—dua orang yang kelak menjadi rekannya dalam membangun startup. Berawal dari hobi bermain snowboard, mereka bertiga sepakat membuka toko online khusus peralatan snowboard bernama Snowdevil.

Namun, mereka tidak puas dengan platform e-commerce yang ada pada waktu itu. Tobi, yang memiliki kemampuan programming kuat, memutuskan membuat platform sendiri menggunakan framework Ruby on Rails. Tidak lama kemudian, mereka menyadari bahwa platform yang mereka bangun memiliki potensi jauh lebih besar dibanding toko snowboard itu sendiri.
Pada tahun 2006, mereka meluncurkan Shopify—platform e-commerce yang memungkinkan siapa pun membuat toko online dengan mudah. Shopify kemudian berkembang pesat dengan menawarkan layanan lengkap dari manajemen inventaris hingga pemrosesan pembayaran. Dalam waktu singkat, Shopify menjadi pesaing besar marketplace global seperti Amazon.
Tahun 2015, Shopify resmi melantai di bursa saham. Sejak saat itu, Tobi memegang sekitar 6% saham perusahaan dan menjadi salah satu miliarder teknologi dunia.
Karier Tobi Lütke di Dunia Balap
Di balik kesuksesan sebagai pendiri Shopify, Tobi Lütke juga memiliki passion lain yang jarang diketahui publik: balap mobil. Mulai 2024, ia terjun ke dunia balap dan menunjukkan prestasi luar biasa.
Debutnya dimulai dalam ajang HSR Prototype Challenge presented by IMSA – Amateur Class. Dari 6 balapan, ia berhasil mencatat 3 kemenangan dan meraih total 5 podium, menempatkannya sebagai juara kelas amatir pada akhir musim.
Pada 2025, level kompetisinya meningkat. Ia ikut serta dalam IMSA SportsCar Championship di kategori LMP2 bersama tim era Motorsport. Tidak hanya itu, ia juga mengikuti lomba ketahanan terkenal, 24 Hours of Daytona. Langkah ini memperlihatkan betapa seriusnya Tobi mengembangkan karier balapnya di samping dunia bisnis.
Kekayaan Bersih Tobi Lütke
Menurut Forbes 2025, Tobi Lütke memiliki kekayaan bersih sekitar US$1,2 miliar atau setara Rp20,074 triliun (kurs US$1 = Rp16.728). Mayoritas kekayaannya berasal dari Shopify, tempat ia masih memiliki kepemilikan saham sebesar 6% sejak perusahaan tersebut IPO pada 2015.
Perjalanan hidup Tobi Lütke menggambarkan sosok yang tidak takut mengambil risiko—baik saat memutuskan berhenti sekolah demi program magang, merintis usaha e-commerce dari nol, hingga menekuni dunia balap di usia matang. Ia adalah contoh nyata bahwa passion, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba hal baru dapat membuka banyak pintu kesuksesan di berbagai bidang.
