Bekasi, Mata4.com – Ratusan warga Kuala Lumpur yang hendak memulai aktivitas pada Kamis (20/11/2025) mendadak terjebak dalam situasi menegangkan. Kereta monorel yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti total di jalur layang kawasan Medan Tuanku, memaksa 373 penumpang menjalani proses evakuasi dramatis di ketinggian puluhan meter.
Insiden ini bukan sekadar kereta mogok. Gangguan teknis membuat rangkaian monorel mati total di tengah rel, meninggalkan penumpang dalam gerbong tertutup sambil menunggu bantuan. Laporan dari BERNAMA menyebutkan kepanikan sempat melanda penumpang akibat kondisi gerbong yang mulai pengap.
Respons Kilat, Tim Penyelamat Tiba dalam 3 Menit
Dinas pemadam kebakaran Malaysia (JBPM) menerima panggilan darurat pada pukul 09.39 waktu setempat. Hanya tiga menit kemudian, tepat pukul 09.42, tim penyelamat beranggotakan lima personel tiba di lokasi untuk mengevakuasi para penumpang.
Komandan Operasi JBPM, Mohamad Remi Che Hat, menyampaikan bahwa saat timnya tiba, pihak operator monorel sudah mulai melakukan evakuasi mandiri.
“Ada 373 penumpang yang dipindahkan. Situasi sudah terkendali, namun ketegangan sempat terjadi,” ujar Remi.
Meniti ‘Jembatan’ di Atas Kota Kuala Lumpur
Yang membuat insiden ini viral adalah metode evakuasinya. Pihak operator menghadirkan kereta penyelamat (rescue train) dan menghentikannya sejajar dengan kereta mogok. Sebuah pelat besi dipasang sebagai jembatan darurat yang menghubungkan kedua pintu kereta.

Penumpang harus berjalan meniti pelat tersebut satu per satu, berpindah ke kereta yang masih berfungsi, sementara di bawah mereka bentang jalan raya Kuala Lumpur tampak jauh di bawah. Rekaman video amatir yang tersebar di media sosial memperlihatkan suasana tegang sekaligus kesigapan petugas.
Satu Penumpang Pingsan, Ditangani Medis
Dalam proses evakuasi, seorang wanita berusia 58 tahun dilaporkan pingsan akibat panik dan kondisi gerbong yang pengap. Beruntung, tim medis dari Kementerian Kesehatan Malaysia sudah bersiaga di lokasi sehingga korban bisa segera mendapatkan pertolongan dan kembali sadar.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun pengalaman terjebak di dalam gerbong yang mengambang di udara jelas meninggalkan trauma bagi sebagian penumpang.
Sorotan Publik: Kelaikan Monorel Dipertanyakan
Meski respons penyelamat mendapat apresiasi luas, insiden ini memunculkan pertanyaan serius mengenai perawatan armada monorel Kuala Lumpur. Gangguan teknis pada sistem transportasi publik yang berada di ketinggian jelas memiliki risiko tinggi dan memerlukan inspeksi berkala yang lebih ketat.
Bagi 373 penumpang yang terjebak pagi itu, momen tersebut menjadi pengalaman yang tak akan mereka lupakan. Bagi operator, insiden ini menjadi sinyal keras untuk memperbaiki standar keselamatan sebelum terjadi insiden yang lebih fatal.
