Palembang, Mata4.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mempertegas komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggelar Operasi Aman Nusa I. Operasi ini resmi dimulai pada pekan kedua September 2025 dan menjadi bagian dari upaya nasional dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan bencana alam.
Pelaksanaan Operasi Aman Nusa I merupakan instruksi langsung dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai bentuk tanggung jawab dalam menghadapi situasi kontinjensi yang berdampak pada masyarakat luas, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, tanah longsor, dan konflik sosial.
Meningkatkan Kesiapsiagaan di Wilayah Rawan Bencana
Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu provinsi yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana, terutama karhutla yang sering terjadi pada musim kemarau. Polda Sumsel menyatakan bahwa operasi ini difokuskan untuk mendukung langkah-langkah preventif dan penanganan dini di wilayah-wilayah rawan.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto, dalam keterangannya mengatakan bahwa pelaksanaan Operasi Aman Nusa I menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam penanggulangan bencana dan peningkatan stabilitas sosial di daerah.
“Operasi ini bukan sekadar kegiatan rutinitas kepolisian, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kombes Sunarto, Rabu (10/9/2025).
Menurutnya, selain karhutla, beberapa daerah juga mulai mengalami potensi banjir akibat perubahan cuaca ekstrem. Oleh sebab itu, personel Polda Sumsel disiagakan untuk membantu proses evakuasi, pengamanan logistik, hingga pengawalan distribusi bantuan di wilayah terdampak.
Tugas Operasi Melibatkan Unsur Lintas Sektor
Dalam pelaksanaannya, Operasi Aman Nusa I tidak hanya melibatkan satuan tugas kepolisian, tetapi juga unsur dari berbagai instansi dan organisasi, seperti:
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
- TNI (Kodam II/Sriwijaya)
- Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial
- Pemadam Kebakaran (Damkar)
- Organisasi masyarakat sipil dan relawan lokal
Setiap tim memiliki peran masing-masing, baik dalam patroli wilayah, pemantauan titik api, pelayanan medis, hingga edukasi masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana.
“Kami bersinergi untuk bertindak cepat, efisien, dan terkoordinasi. Tidak hanya menangani saat bencana terjadi, tapi juga mencegah sejak dini,” tambah Kabid Humas.
Strategi Pencegahan Karhutla dan Penyuluhan ke Masyarakat
Polda Sumsel menjadikan edukasi publik sebagai salah satu pilar utama dalam operasi ini. Melalui satuan Binmas dan Bhabinkamtibmas, personel kepolisian secara aktif mendatangi desa-desa dan komunitas lokal untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya pembakaran lahan dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.
Selain itu, dilakukan juga pengawasan ketat terhadap perusahaan perkebunan dan kehutanan agar mematuhi ketentuan terkait pembukaan lahan dan pengelolaan wilayah gambut.
Kegiatan lain dalam operasi ini mencakup:
- Pemasangan spanduk larangan karhutla
- Pemetaan wilayah rawan konflik sosial
- Monitoring situasi sosial dan politik lokal
- Peningkatan patroli wilayah perbatasan dan kawasan hutan lindung
Penanganan Gangguan Kamtibmas dan Konflik Sosial
Tak hanya soal bencana alam, Operasi Aman Nusa I juga mencakup upaya antisipatif terhadap konflik sosial, gangguan keamanan lingkungan, serta peristiwa yang berpotensi menimbulkan kerusuhan. Termasuk di dalamnya monitoring aktivitas digital dan penyebaran informasi hoaks di media sosial yang bisa memicu keresahan.
“Kami memperkuat deteksi dini terhadap isu-isu yang berkembang, baik secara langsung di lapangan maupun melalui pemantauan media digital. Ini penting untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Sunarto.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu bencana, seperti membakar lahan atau membuang sampah sembarangan di aliran sungai. Masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan potensi bencana atau gangguan keamanan kepada pihak kepolisian terdekat.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan waspada,” katanya.
Penutup: Perkuat Kepercayaan Publik
Dengan pelaksanaan Operasi Aman Nusa I, Polda Sumsel berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin meningkat. Operasi ini juga menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara seimbang, melalui pendekatan yang tidak hanya represif, tetapi juga edukatif dan kolaboratif.

