Bekasi, Mata4com – Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) dinilai memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran melalui penguatan lembaga pelatihan kerja (LPK) dan penyaluran tenaga kerja.
Ketua DPD HILLSI Jawa Barat, Tatang Taqyudin, menyampaikan bahwa HILLSI menjadi wadah bagi seluruh LPK di Indonesia dengan program yang konkret dan aplikatif.
“HILLSI sangat strategis karena menghimpun LPK dengan program nyata seperti pelatihan bengkel, pengelasan, komputer, hingga bahasa. Lulusan LPK kami dorong agar tidak menganggur,” ujarnya, di Hotel Grand Arsyilla Kota Bekasi, Kamis (7/5).
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 3.500 LPK yang tergabung di HILLSI se-Jawa Barat. Meski demikian, sebagian lembaga sempat tidak aktif pascapandemi COVID-19, sementara lainnya mulai tumbuh kembali.
Menurutnya, peluang kerja ke luar negeri juga terus meningkat. HILLSI menargetkan sekitar 70 ribu tenaga kerja dapat diberangkatkan ke luar negeri pada 2026, mayoritas melalui program magang.

Setelah dilantik, Ketua DPC HILLSI Kota Bekasi, Mardiana Asmarani, menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas LPK sekaligus membantu pemenuhan perizinan.
“Keberadaan lembaga pelatihan sangat strategis. Kami siap membantu anggota agar lebih berkualitas dan memenuhi persyaratan perizinan,” katanya.
Saat ini, jumlah anggota HILLSI Kota Bekasi tercatat sebanyak 59 LPK, dengan target peningkatan hingga 147 anggota. Mardiana mengakui, kendala utama yang dihadapi adalah banyaknya persyaratan perizinan, namun pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan.
Ia menambahkan, penyaluran tenaga kerja tidak hanya difokuskan ke luar negeri, tetapi juga ke dalam negeri. Bidang seperti tata boga dan bahasa dinilai memiliki peluang besar di pasar kerja domestik.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan pelatihan kerja.
“HILLSI diharapkan dapat terus berkembang dan berkolaborasi. Peran ini penting untuk membantu masyarakat meningkatkan keterampilan,” ujarnya.
Ia menyebut, jumlah anggota HILLSI di Kota Bekasi mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 12 LPK menjadi sekitar 50 LPK saat ini.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi. Ia menilai pelatihan kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan industri agar penyaluran tenaga kerja lebih efektif.
“Pelatihan harus selaras dengan kebutuhan industri, baik untuk penempatan di dalam maupun luar negeri. Dengan begitu, pengangguran bisa ditekan,” katanya.
Pelantikan pengurus HILLSI periode 2026–2031 yang digelar pada hari yang sama menjadi momentum penguatan sinergi antara lembaga pelatihan, pemerintah, dan dunia industri dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing.
